Sunday, 26 November 2023

Mewujudkan Kualitas Udara Bersih di Beberapa Kota di Indonesia

 

Mewujudkan Kualitas Udara Bersih di Beberapa Kota di Indonesia
Mewujudkan Kualitas Udara Bersih

Kamis, 23 Nopember 2023 YLKI dan KBR menggelar diskusi publik tentang Sinergitas Sektor Tranportasi dan Sektor Energi untuk mewujudkan Kualitas Udara Bersih di kota Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Bali, Medan, dan Makasar.

 

Mari kita bahas bagaimana cara mewujudkan kualitas Udara Bersih di masing masing kota di Indonesia : 

Bapak Danang Kurniawan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang mengatakan pihak Dishub sudah merintis terobosan dengan Kepala Dinas Pendidikan setempat untuk memberlakukan aturan pelarangan anak sekolah membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Nantinya akan ada pengawasan di sekolah-sekolah sehingga para pelajar didorong untuk menggunakan angkutan massal.

 

Di kota Semarang telah memiliki transportasi massal dengan kendaraan sebanyak 271 unit dan 12 koridor. Dishub juga memiliki 2 mobil patrol listrik dan bus listrik untuk pelayanan angkutan, sehingga diharapkan penggunaan mobil pribadi bisa ditekan. Wali kota Semarang menetapkan peraturan bahwa angkutan komersial harus mengadakan kendaraan listrik di dalam armadanya, ini merupakan salah satu wujud nyata yang bisa ditemui di bandara pengguna taksi listrik.

 

Di beberapa lokasi dibatasi operasional kendaraan seperti Car Frea Day antara jam 06.00 - 08.00 wib dari kota Demak – Purwodadi – Kendal dan Kabupaten Semarang, Untuk sore hari pada jam 15.00-16.00 wib kendaraan angkutan barang dilarang masuk, karena kendaraan tersebut merupakan kendaraan drngan emisi tinggi guna untuk mengurangi kemacetan.


KBR, Narasumber dan Insfluence Diskusi Publik
KBR, Narasumber, Insfluence Diskusi Publik
 

Bagaimana cara menggalakkan masyarakat agar menggunakan transportasi umum ?

è Untuk pelajar dan lansia hanya Rp 1.500,- sekali jalan

è Bila membawa kendaraan pribadi diharuskan mempunyai sim dan sudah cukup umur dan dinyatakan layak membawa membawa kendaraan

è Bus Transjakarta sudah bekerjasama dengan Pertamina, namun belum semuanya masuk koridor. 

Kota Semarang mendapat bantuan dari World Bank melalui Kementerian Perhubungan berupa 3 koridor khusus untuk menggunakan kendaraan listrik. Selamat … buat kota Semarang.

 

Lain Halnya di kota Surabaya, polusi tinggi menciptakan udara tidak bersahabat menyebabkan penyakit ISPA melonjak. Bapak Budi Setiawan dari Dinas Perhubungan Kota Surabaya menyatakan bahwa, ada beberapa hal yang sedang digalakkan untuk bekerjasama dengan perusahaan bus listrik untuk meminimalkan emisi gas buang. Dengan uji emisi yang telah dilakukan secara acak untuk kendaraan probadi, angukutan umum dan bus namun masih belum begitu nyaman dan belum tepat waktu.

 

Kota Bali merupakan daerah kota wisata yang mulai ramai dikunjungi setelah 2 tahun covid-19 melanda Indonesia. Saat ini penjualan Kendaraan pribadi meningkat sehingga kemacetan terjadi pada titik tertentu dengan polusi yang sulit untuk dihindari, karena banyak kendaraan luar daerah yang masuk ke kota Bali. Sehingga dampaknya prnyakit ISPA meningkat.

 

Selain emisi gas buang, banyak faktor Penyakit ISPA dikarenakan konsumsi makanan kurang sehat, suhu udara yang tidak dapat di prediksi, cuaca tidak menentu. Untuk menyikapi hal tersebut, Bapak Mudarta dari Dinas Perhubungan kota Bali sudah mengupayakan untuk mendorong transportasi ramah lingkungan seperti kendaraan listrik.

 

Kualitas Udara Malam hari Kota Yogyakarta
Kualitas Udara Malam Hari Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta yang dikenal sebagi kota pelajar, alhamdulillan penyakit ISPA sudah menurun sejak 3 bulan yang lalu, namun kita tetap waspada atas peningkatan virus dan bakteri yang tetap merajalela. Disamping itu, Bapak Wara dari Dinas Perhubungan Yogyakarta, menghimbau bahwa kualitas udara harus didukung oleh banyak pihak, seperti mengupayakan untuk penanaman pohon.

 

Di Kota Makasar ada bus Trans mamminasata yaitu sistem bus raya terpadu yang mulai beroperasi di kota Makasar mulai beroperasi pada tgl 14 Nopember 2021. Moda transportasi ini dimanfaatkan melalui aplikasi Teman Bus yang merupakan implementasi program Buy The Service dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.

 

Narasumber Diskusi Publik YLKI - KBR
Maulana Isnarto Diskusi Publik YLKI - KBR

Semoga lima kota besar di Indonesia ini, dapat Mewujudkan Kualitas Udara Bersih untuk anak cucu kita dimasa yang akan datang. Terima kasih kami ucapkan kepada YLKI dan KBR sudah memaparkan perkembangan transportasi massal di kota Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan dan Makasar dalam diskusi publik yang diselenggaran oleh Kantor Berita Radio pada tgl 23 Nopember 2023 yang lalu.

 

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Nomor WA : 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

Sunday, 19 November 2023

Bersama Kita Wujudkan Kualitas Udara Bersih

 

Bersama Kita Wujudkan Kualitas Udara Bersih


Cuaca saat ini panas menyengat, sehingga udara diluar banyak polusi, yang mengakibatkan dampak polusi udara meningkat, sehingga anak-anak, remaja, dewasa dan siapa saja bisa terkena Pneumonia. Akibat polusi udara juga akan menimbulkan radang tenggorokan dan memicu serangan asma serta PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) seperti resiko penyakit jantung di masa depan dan resiko asma, terlebih pada balita yang dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan berat badan bagi bayi dan anak-anak yang rentan akan infeksi. 

Mari kita terapkan 6M + 1S untuk pencegahan dampak polusi udara :

1. Memeriksa kualitas udara melalui aplikasi atau website

2. Menggunakan masker pada kelompok rentan dan kondisi kesehatan khusus seperti pada anak-anak, orang dengan gangguan pernafasan akut dan kronik, orang dengan gangguan mobilitas tinggi, pekerja luar ruangan, dan lansia


Menggunakan Masker
Menggunakan Masker

3. Menghindari sumber polusi dan asap rokok

4. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat seperti : tidak merokok, melakukan aktivitas fisik, makan-makanan sehat dan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, cuci tangan dengan sabun, kelola sres, menerapkan re-use, reduce dan recycle (tidak membakar sampah).

5. Menggunakan penjernih udara dalam ruangan

6. Segera konsultasi daring/luring dengan tenaga kesehatan jika muncul keluhan pernapasan 


Apa saja penyebab Kualitas Udara Terganggu ? 

Salah satunya adalah emisi kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar fosil yang mengandung polutan Nitogen Dioksida (NO2), proses Industri pabrik dimana bahan bahan kimia mengandung Sulfur Dioksida (SO2), Pembakaran batu bara, minyak dan gas yang menyebabkan emisi karbon dioksida (CO2), Pembakaran sampah terbuka mengeluarkan asap dan zat zat kimia beracun yang dapat mempengaruhi polusi udara, Pembakaran hutan yang menimbulkan asap dan gas beracun sehingga polusi udara tercemar.   


Upaya Pemda pada sektor transportasi 

 

Upaya Pemda Pada Sektor Transportasi

Dinas kesehatan provinsi DKI JaAkibat polusi udara juga akan menimbulkan radang tenggorokan dan memicu serangan asma serta PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) seperti resiko penyakit jantung di masa depan dan resiko asma, terlebih pada balita yang dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan berat badan bagi bayi dan anak-anak yang rentan akan infeksi.karta menerbitkan surat edaran nomor 52/SE/2023 tentang pengukuran kualitas udara di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (RSUD, RSKD, dan Puskesmas). Dimana puskesmas melakukan pengukuran parameter fisik kualitas udara indoor dengan menggunakan sanitarian kit di ruangan pelayanan puskesmas sebanyak 3 (tiga) kali sehari yaitu pada pukul 08.00, pukul 12.00, pukul 16.00 dan di dalam ruang kelassekolah sebanyak 1 (satu) kali pada pukul 10.00. Parameter pengukuran yang dilakukan adalah suhu, kelembaban, laju ventilasi udara, kebisingan, pencahayaan, PM 2.5 dan PM 10. 

Inilah Sukses Jakarta untuk Indonesia telah melakukan konsultasi terkait permasalahan udara dengan mengadakan Pojok Polusi di Fasyankes, seperti yang telah dilakukan di Puskesmas Cilandak.

 

Puskesmas Cilandak
Puskesmas Cilandak

Selain itu pihak pemerintah juga sudah melakukan berbagai upaya kuratif dan rehabilitatif antara lain :

1.     Melalui kerja sama dengan berbagai stakeholder diantaranya :

è Pada tgl 25 Agustus 2023, bersama KPAI dan SKPD terkait, melakukan skrining kesehatan, sosialisasi dan edukasi terkait polusi udara ke 2 sekolah di Jakarta Timur yang dekat dengan SPKU Lubang Buaya

è Pada tgl 27 Agustus  2023, kegiatan Hari Pengendalian Nyamuk, dilakukan sosialisasi dan edukasi terkait polusi udara kepada Saka Bakti Husada (SBH) di DKI Jakarta, keudian meneruskan sosialisasi dan ekukasi tersebut ke SBH di wilayahnya masing-masing.

2.     Menyiapkan Pelayanan Kesehatan

è Meningkatkan kesiapan pelayanan kesehatan antara lain konsultasi (luring atau daring), pelayanan rawat jalan dan rawa inap baik di FKTP maupun FKTL

è Melakukan surveilans ketat penyakit respirasi dan melaporkan dalam SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon) dan SI-PTM serta melakukan analisis

è Bentuk upaya preventif yang telah kami lakukan secara masif adalah skrining kesehatan, baik untuk PTM. PM maupun penyakit yang berhubungan dengan polusi seperti : Skrining faktor resiko PTM (DM,HT) skrining resiko penyakit paru obstruktif (PPOK) dengan menghitung skor PUMA, skrining resiko TB, menghimbau seluruh masyarakat di wilayah DKI Jakarta yang telah merasakan gangguan pernafasan seperti sesak napas, batuk, pilek, dan gangguan lainnya. Untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat yang menyediakan 44 puskesmas kecamatan dan 31 RSUD yang siap melayani masyarakat selama 24 jam.

 

90 Persen Warga Jakarta Hirup Polusi Udara Berbahaya dan tidak menyadarinya. 

Pada level 3 ISPU antara 101 – 199 dinyatakan tidak sehat, dengan dampak kesehatan bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang peka atau dapat menimbulkan kerusakan pada tumbuhan dengan nilai estetikanya berkurang. Jadi sebaiknya disaat ISPU Level 3 diusahakan tidak keluar rumah. Inilah rangkuman yang dapat kami simpulkan dari hasil zoom meeting bersama YLKI dan KBR dengan tema “Sinergitas Sektor Transportasi dan Sektor Energi Untuk Mewujudkan Kualitas Udara Bersih”

 

 

Penulis : Sumiyati Sapriasih

No.Wa : 085779065707

Email   : sumiyatisapriasih@yahoo.com


Thursday, 2 November 2023

Peran Media Dalam Menyuarakan Isu Kusta

Peran Media Dalam Menyuarakan Isu Kusta
Peran Media Dalam Menyuarakan Isu Kusta


Kesadaran masyarakat sangat efektif, dimana fakta Indonesia kusta masih peringkat ke 3. Salah satunya adalah tantangan yang dinilai sebagai panutan bagi masyarakat, sangat aware dan terealisasi karena edukasi lewat media sangatlah penting.

 

Mengingat isu kusta secara specific, dimana NLR Indonesia merupakan sebuah Yayasan Nirlaba dan non pemerintah yang memusatkan kerjanya pada penanggulangan kusta. Maka solider yang dilakukan NLR Indonesia selama 1 tahun menyuarakan isu kusta telah menghasilkan liputan dan opini melalui tulisan yang sangat berharga untuk mengedukasi masyarakat di Indonesia.

 

Pada kesempatan ini, kami para blogger mengikuti live streaming yang diadakan oleh Berita KBR yang bekerjasama denga NLR Indonesia menampilan narasumber Ajiwan Arief Hendradi S.S selaku Redaktur solidernews.com dengan host Rizal Wijaya.

 

Dimulai dari Rizal Wijaya memberikan statement bahwa Disabilitas kusta masih tinggi mencapai 6.6 per 1.000.000 penduduk pada tahun 2017. Hal ini menunjukkan keterlambatan dalam penemuan dan penanganan kusta yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae dan faktor penularan melalui kontak. Oleh karena itu penyebaran informasi yang benar dan komprehensif tentang kusta kepada masyarakat bahwa peran media sangat diperlukan

 

Ajiwan Arief Hendradi S.S
Ajiwan Arief Hendradi S.S 

Pemaparan Ajiwan Arief Hendradi S.S 

Sebagai Redaktur solidernews.com, Ajiwan Arief Hendradi S.S menyatakan bahwa, media saat ini memiliki peranan yang sangat efektif untuk menyuarakan isu seputar kusta dan disabilitas di Indonesia. Apalagi peranan media sebagai corong untuk sosialisasi terkait isu kusta. Itu artinya apapun yang ditulis akan memberi  tambahan wawasan agar lebih memahami tentang kusta, sehingga menjadi lebih aware dan paham apa yang harus dilakukan ketika ada masyarakat yang terkena kusta.

 

Di pelosok daerah, tidak semua mengetahui apa itu kusta, OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) dan disabilitas. Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk mengatasi dampak kusta lengkap dengan cara pengobatannya. Dari informasi yang disajikan melalui media, diharapkan masyarakat di seluruh Indonesia bisa memahami dengan jelas, apa itu kusta?, sehingga tidak ada lagi yang namanya stigma negatif di masyarakat.

 

Mengenal Solidernews.com dalam menyuarakan isu kusta 

Saat ini masih jarang media mengangkat isu soal kusta maupun disabilitas. Namun, sejumlah aktivitas difabel yang tergabing di lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia membentuk media alternatif, media komunitas yang bisa mewadahi aspirasi, potensi dan mensosialisasikan isu kusta dan difabel kepada masyrakat luas.

 

Tahun 2012 SIGAB memutuskan untuk membuat media online solidernews.com lewat portal berita yang selalu berupaya untuk menjadi media yang konsisten menyuarakan isi kusta dan difabel.

 

Rizal Wijaya & Ajiwan Arief Hendradi S.S
Rizal Wijaya & Ajiwan Arief Hendradi S.S

Ajiwan Arief Hendradi S.S. berharap agar isu kusta nantinya bisa semakin mudah dijangkau serta diketahui secara lebih luas oleh masyarakat Indonesia. Bagi para Blogger atau bagi kalian yang hobinya suka menulis, bisa bergabung di solidenews.com dengan cara : pilih rublik difabelitik, kemudian figure dan artikel.

 

Mari kita ber-kontribusi dengan menjadi bagian dari solidernews.com dalam penyebaran informasi yang valid tentang isu kusta dan disabilitas, dimana saat ini stigma kusta masih melekat dimasyarakat. Apalagi isu kusta dan difabel masih belum mendapatkan ruang dalam proses sirkulasi informasi.

 

Jika kalian berkontribusi, itu artinya kalian telah menyelamatkan kehidupan OYPMK dan difabel. Dengan begitu, kalian mempunyai kesempatan untuk menebar kebaikan lewat media online solidernews.com, dan anggapan kusta sebagai penyakit kutukan akan terkikis dari stigma masyarakat yang selama ini menjadi penghalang bagi penderita kusta, disabilitas dan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta)

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : Sumiyatisapriasih@yahoo.com



Monday, 16 October 2023

Kampung Jahit Pencetus UMKM Hijab

 

Kampung Jahit Pencetus UMKM Hijab
Kampung Jahit Pencetus UMKM Hijab

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang banyak” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni), inilah yang membuat Elsa Maharani menjadikan Moto dalam hidupnya. Elsa Maharani seorang perempuan asal Padang – Sumatra Barat sebagai pencetus kampung jahit, untuk memberdayakan masyarakat berekonomi lemah yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Tahun 2018 Elsa Maharani memulai bisnisnya dengan membuka konveksi dan lapangan pekerjaan untuk meningkatkan perekonomian mitra jahitnya.


Sejak duduk dibangku SD, Elsa Maharani sudah belajar berbisnis, kala itu krisis moneter melanda Indonesia, Dimana gaji seorang buruh karyawan mengalami penurunan atau pemotongan gaji. Sejak itulah Elsa Maharani berjualan kue disekolah untuk membantu perekonomian keluarga. Apalagi keluarganya termasuk keluarga besar 10 bersaudara, sehingga membutuhkan biaya hidup yang cukup besar. Sebagai anak yang penurut, Elsa Maharani tidak pernah mengeluh dalam membantu keluarganya, bahkan iklas dalam terpaan kehidupan yang cukup kerang, sehingga terbentuknya jiwa pengusahayang kuat di hati Elsa Maharani.  


Reseller Produk Hijab
Reseller Poduk Hijab

Awal tahun 2016 Elsa Maharani menjadi reseller produk Hijab, berjualan keliling kampung selama 2 tahun. Karena penjualannya laku pesat, atas dukungan suaminya, Elsa Maharani menjadi agen Hijab dan akhirnya sebagai distributor dari beberapa brand.

Setelah distributornya di banjiri pembeli yang membludak, akhirnya Elsa Maharani berinisiatif untuk membuka brand merk sendiri yaitu “Maharani Hijab” dimulai dengan modal Rp 3.000.000,-. Dalam diri Elsa Maharani selalu optimis bisnisnya akan berhasil, karena selama ini Elsa telah mengetahui seluk beluk bisnis fashion.  

Beberapa bulan kemudian, dengan niat yang tulus, Elsa Maharani bertekad untuk berkolaborasi mencari mitra bersama masyarakat dilingkungannya yang mempunyai keahlian dibidang jahit-menjahit, Hingga akhirnya Berdirilah Kampung Jahit sebagai UMKM hijab dengan memilihi lebih dari 50 orang penjahit dengan honor Rp 25,000 per produk sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat setempat


Kampung Jahit Kota Padang - Sumatra Barat
Kampung Jahit Kota Padang - Sumatera Barat

Tahun 2018, tepatnya di Pasar Ambacang –Kecamatan Kuanji, Kota Padang – Sumatera Barat, disebut kampung jahit. Karena sebelumnya mereka bekerja pekerja pemecah batu, atas terbentuknya mitra jahit, Elsa Maharani semakin melebarkan sayapnya ke penjualan onlie, sehingga bisa berhasil mendapakn omzet ratusan juta rupiah.


Mencari Mitra Jahit, Bukan Karyawan

Para penjahit yang bekerja sama Elsa Maharani disebut sebagai mitra jahit, karena mengerjakan jahitannya dirumah masing-masing sehingga bisa mengurus keluarganya seperti mengurus anak, namun sambil mencari nafkah. Elsa Maharani sangat peduli terhadap mitra kerjanya, begitu juga sebaliknya, sehingga membuahkan hasil bahwa Brand Maharani Hijab semakin dikenal di masyarakat luas.   


Kilas Balik Ketika Pandemi Corona

Masih ingat dibenakku pandemi Corona terjadi pada awal tahun 2020, dimana para umkm banyak yang gulung tikar, Namun lain dengan Elsa Maharani, dia tetap gigih menjalankan bisnisnya dengan menggencarkan promosi lewat media sosial dengan memilih Online Shop dari pada belanja di pasar, secara kala itu adanya PPKM yang mana banyak orang takut untuk keluar rumah dan memilih belanja secara daring.

Perkembangan yang sangat pesat hingga tahun 2023, tak kurang dari 1.000 pieces produk Maharani Hijab kebanjiran order di seluruh Indonesia, bahkan pernah ikut pameran di Malaysia untuk pasaran di luar negeri, bahkan Elsa Maharani mengambil kesempatan membuat masker ketika masa pandemi yang mengharuskan menggunakan masker ketika keluar rumah.


Elsa Maharani Penghargaan Satu Indonesia Awards
Elsa Maharani Penghargaan Satu Indonesia Awards


Penghargaan Satu Indonesia Awards

Hasil Jerih Payah Elsa Maharani tidak sia-sia, dia sangat bersyukur telah mendapatkan SATU Indonesia Awards karena telah mendirikan Kampung Jahit untuk masyarakat setempat yang merupakan Wujud Apresiasi Astra untuk generasi muda yang menjadi pelopor perubahan dan mengangkat ekonomi masyarakat setempat dan lingkungan kewirausahaan serta bidang teknologi 

Dengan senyum dan semangat yang kuat akhirnya Elsa Maharani dikenal sebagai pencetus Kampung Jahit sebagai UMKM Hijab dengan tagline “Membeli sama dengan membantu sesama”


Penulis : Sumiyati

WA No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@gmail.com



Sunday, 3 September 2023

Yuliati Perempuan yang bangkit dari keterpurukan Kusta

 

Yuliati Perempuan yang bangkit dari keterpurukan Kusta
Live Streaming Wanita dan Kusta


Penyakit kusta yang dikenal sejak zaman dahulu nabi Ayub AS, masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terlebih bagi perempuan, dimana penyakit kusta dianggap monster yang menakutkan. Selain berpengaruh terhadap kondisi fisik, penyakit kusta dapat merusak mahkota kecantikannya, karena karakteristik penyakit tersebut sangat merusak tubuh yang bersifat oportunistik.

Diketahui pula pada penelitian WHO yang menyelidiki dampak penyakit kusta pada laki-laki maupun perempuan pada sampel sebanyak 202 pasien kusta di Ribeirao Preto dan Brazil telah menemukan bahwa penyakit kusta memperburuk ketidaksetaraan gender yang ada. Karena diagnosis penyakit kista menyebabkan stigmatisasi diri lebih besar di kalangan perempuan, sehingga berdampak besar terhadap kegiatan mereka.

Disamping itu juga, perempuan lebih sering menyembunyikan penyakit dari keluarganya. Dari berbagai problem tersebut menjadikan semua orang dengan penyakit kusta sulit keluar dari masalah yang dihadapi dan adanya tuntutan kemampuan untuk mandiri dalam mengatasi penyakit. Lalu bagaimana perempuan dengan kusta dapat tetap berkarya?. Inilah penuturan dari Yuliati Orang Yang Pernah Mengalami Kusta sebagai pendiri Organisasi Permata (Perhimpunan Mandiri Kusta). Permata tidak hanya di Makasar, namun ada juga di kota lain-nya seperti : Sulawesi Selatan, Sumatera, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur Hingga Ambon.


Permata melakukan aksi sosialisasi
Permata melakukan aksi sosialisasi


Strategi Adaptif Perempuan dengan Kusta dalam menjalani hidup Bermasyarakat :

1.     Pendidikan dan kesadaran

Pentingnya bagi perempuan yang terkena kusta untuk memahami penyakit kusta yang diidap dengan baik, karena dengan pengetahuan yang tepat, dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merawat diri mereka sendiri sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit. Selain itu mereka dapat berpartisipasi dalam upaya untuk menghilangkan stigma di masyarakat.

2.     Dukungan Emosional

Untuk menghadapi penyakit kusta tidak perlu melakukan sendiri, karena perempuan yang terkena kusta harus memilki jaringan dukungan emosional yang didukung oleh keluarga, teman dan masyarakat untuk membantu mengurangi rasa isolasi dan meningkatkan rasa kepercayaan diri. 

3. Partisipasi Aktif dalam Organisasi

Perempuan yang di diagnosis dapat mengambil peran aktif dalam organisasi Permata, hal ini dapat memberikan kesempatan bagi perempuan penderita kusta untuk berbagi pengalaman, berkontribusi pada upaya penghapusan stigma di masyarakat, sehingga dapat meningkatkan akses perawatan kesehatan bagi penderita kusta yang lebih baik lagi 

4. Mengedepankan Kemandirian

Dalam hal ini mengedepankan Kemandirian adalah kunci untuk mengatasi masalah penyakit kusta seperti pemahaman tentang perawatan diri, penggunaan obat-obatan dan cara menjaga kesehatan fisik serta mental

 

Rizal Wijaya & Yuliati
Rizal Wijaya & Yuliati

Tidak berhenti disini saja, walaupun Yuliati sering dianggap sales atau di tolak mereka, Yuliati tetap menjalankan misi sosialisasinya ke masyarakat dengan door to door dari rumah ke rumah, ke sekolah-sekolah dan sosialisasi melalui sosial media untuk menyadarkan bahwa kusta itu tidak mudah menular dan dapat disembuhkan dengan cara berobat serta minum obat secara teratur. 

Sebagai penutup Live Streaming Yuliati memberikan pesan bagi orang yang menderita kusta, bila sudah mengetahui bahwa dirinya terdiagnosis penyakit kusta tidak perlu mencari informasi dari internet, karena biasanya hanya akan membuat rasa takut dan pesimis. Segera kunjungi fasilitas kesehatan yaitu puskesmas dan segera berkonsultasi kepada dokter agar mendapat hasil pemeriksaan yang valid atau benar. 

Moto Hidup Yuliati “Saya harus lebih baik dari pada orang lain” moto hidup inilah yang membuat saya tegar dalam menghadapi stigma di masyarakat dan saya harus bisa menghilang stigma bahwa kusta dapat disembuhkan. Trus tetap semangat

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. : 0895779065707

Email : inggitpujisulastri@gmail.com

 

 

 

 

Friday, 7 July 2023

Material Konstruksi yang sudah memiliki Standar Industri Hijau

 

Bp. Stephanus Koeswandi dan Blogger
Stepanus Koeswandi CEO Tata Logam & Blogger

Berlebihan menggunakan AC tidak baik juga, karena Air Conditioner dapat mengeluarkan gas Metana dari Freon atau refrigerant yaitu bahan pendingin yang mengandung zat kimia hidrokarbon terfluorinasi. Gas Metana CH4 gunanya sebagai gas alternatif (biogas), dimana Metana dapat mengurangi kadar oksigen hingga 19,5%, Begitu juga dengan Baja, Semen dan bahan kimia yang merupakan tiga industri penghasil emisi teratas yang paling sulit untuk didekorbanisasi, ungkap Bp. Stephanus Koewandi Selaku CEO Tata Logam Lestari ketika prescon bersama blogger Blomil.

 

Tepatnya di hari rabu, tanggal 7 Juli 2023 kami menghadiri pameran Indonesia Building Tecnology di ICE BSD CITY menghadirkan para narasumber :

1. Octavianus Bramantya, S.Kom -> General Manger KADIN Net Zero

2. Yodi Danusastro, S.T, M.Si -> Founder dan Direktur Yodaya Hijau Bestari

3. Dr. Eng Beta Paramita -> Asisten Prof. Prodi Arsitektur Univ. Pendidikan Indonesia, sebagai Founder BeCool Indonesia

4. Ir. Herman Supriadi, M.M -> Kepala pusat industri hijau, Badan Stardarisasi dan kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian

5. Ir. Nicodemus Daud. M.Si -> Direktur Kelembagaan dan Sumber daya Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian PUPR

 

5 Narasumber
5 Narasumber

Sebelum dimulainya talkshow, kami berkeliling melihat produk Tata Logam Lestari Nexalume yaitu baja lapis paduan 55% Al-Zn diproses dengan Continuous Galvanizing Line oleh Tata Metal Lestari untuk penggunaan industri roll forming, atap, cladding dan material struktur lainnya. Nexalume dilengkapi dengan skinpass mill untuk proses pengecatan dan lapisan resin yang memiliki kualitas permukaan yang halus dan tahan terhadap bercak tangan. Disamping itu Nexalume telah menjalani berbagai macam pengujian dan telah lulus standar kualitas diberbagai negara di dunia. Saat ini Nexalume telah di ekspor ke 15 negara di dunia, Woow …. Keren TATA LOGAM LESTARI.

NEXALUME
Nexalume


Octavianus Bramantya, S.Kom 

KADIN Zet Zero merupakan target utama bagi setiap perusahaan untuk mengurangi emisi, memanfaatkan teknologi yang tersedia secara komersial dengan dukungan struktur pasar yang tepat.  Ada tiga kerangka kerja utama bagi corporate Net Zero yaitu    :

1. Pengukuran berlaku untuk seluruh entitas bisnis, domestic dan internasional yang melakukan bidding untuk pekerjaan pemerintah, dengan nilai di atas GBP 5 juta dan mulai efektif tgl 30 September 2021

2. Perencanaan mewajibkan perhitungan emisi GRK Scope1, 2 dan subset Scope 3 memiliki Cabon Reduction Plan menuju Net Zero 2050

3. Pengungkapan Lingkup Emisi di seluruh GRK sesuai definisi Kyoto Protocol. Perhitungan GRK sesuai GHG Protocol Scope 1, 2 dan subset Scope 3 yaitu Bisnis Travel, Employee Commuting, Upstream tramsport, Downstream transport


 

Persentasi Octavianus Bramantya, S.Kom
Persentasi Bp. Octavianus Bramantya, S.Kom



Emisi berasal dari penggunaan bahan bakar langsung dsisanya datang secara tidak langsung dari listik dan panas. Hal ini berarti industri baja telah menyumbang emisi sebesar 15% dari emisi semua industri, dengan sekitar 70%. Dengan semakin berkembangnya emisi CO2 dari berbagai sektor termasuk industri yang mengurangi ketahanan atmosfir bumi dari panas matahari yang berdampak kepada bahayanya keberlanjutan pemanasan global dan perubahan iklim, maka berbagai kebijakan global yang mengontrol emisi CO2 didorong untuk diimplementasikan di seluruh dunia.

 

Yodi Danusastro, S.T, M.Si 

Sebagai direktur PT. Yodaya Hijau Bestari yang didirikan tahun 2014, Yodi Danusastro mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun sebagai Yodaya Green Building Consultant yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan jasa konsultan secara profesional untuk lingkungan pada sektor industri jasa perencanaan bangunan dan jasa konstruksi.

 

Persentasi Yodi Danusastro, S.T, M.Si
Persentasi Bp. Yodi Danusastra, S.T, M.Si

Dalam hal ekosistem harus dapat memfasilitasi industri dengan mengubah praktik dan operasinya dari brown industry ke green industry. Contohnya dengan mengadakan sosialisasi hingga memberikan bimbingan teknis, pelatihan dan kegiatan lain untuk peningkatan kesadaran yang membantu industri anggotanya mengakses pasar, pembiayaan atau investasi, pengadaan, insentif hijau dan perdagangan karbon.

 

Dr. Eng Beta Paramita 

Dalam Fenomena Urban Heat Island, permukaan perkotaan memantulkan lebih sedikit radiasi kembali ke atmosfir. Permukaan dengan low-albedo material yang menyerap dan menyimpan lebih banyak radiasi yang bisa meningkatkan suhu. Albedo diukur pada skala 0-1, dimana angka 0 berarti permukaan suatu bahan menyerap semua sinar matahari yang mengenainya. Untuk angka 1 bahwa suatu bahan memantulkan semua energy cahayayang mengenainya. Dengan kata lain, angka 1 pada skala albedo berartirefleksi 100 persen dan angka 0 berarti tidak ada refleksi.

 

Persentasi Dr. Eng Beta Paramita
Persentasi Dr. Eng Beta Paramita

Ir. Herman Supriadi, M.M 

Industri hijau dalam pengadaan barang atau jasa berkelanjutan di bidang konstruksi yang bertujuan untuk mencapai nilai manfaat yang menguntungkan secara ekonomis tidak hanya untuk kementerian atau lembaga maupun perangkat daerah sebagai penggunanya tetapi juga untuk masyarakat serta signifikan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam keseluruhan siklus penggunanya pada PERPRES No. 16/2018 tentang Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah.

 

Adapun Material Konstruksi yang sudah memiliki Standar Industri Hijau :

è)  Semen Portland, Permenperin N0.38 Tahun 2018

è)  Cat dan Tinta cetak, Permenperin No.38 Tahun 2019

è) Peralatan Saniter darikeramik, Permenperin No.10 Tahun 2020

è)  Kaca Lembaran, Permenperin No.12 Tahun 2020

è)  Cat dan Tunta cetak, Industri Cat Berbasis Pelarut Organik, Permenperin No.51 Tahun 2020

è)  Kaca Pengaman Berlapis, Permenperin No.52 Tahun 2020

è)  Kaca Pengaman Diperkeras, Permenperin No.53 Tahun 2020

è)  Ubin Keramik, Permenperin No.41 Tahun 2022

 

Ir. Nicodemus Daud. M.Si 

Klasifikasi Kriteria pada Taksonomi Hijau merupakan kegiatan usaha yang melindungi, memperbaiki dan meningkatkan kualitas atas perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, serta mitigasi dan adaptasi perubahan iklim serta mematuhi standar tata kelola yang ditetapkan pemerintah dan menerapkan praktik terbalik di tingkat nasional ataupun tingkat international. Pada kegiatan usaha yang memenuhi beberapa kriteria atau lambang batas hijau sebagai penentuan manfaat kegiatan usaha ini terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan masih harus ditetapkan melalui pengukuran serta dukungan praktik terbaik lainnya.

 

Blogger
Blogger

Sebagai penutup dari bp. Nicodomus Daud mengatakan bahwa “Pembangunan Rendah Karbon merupakan platform baru pembangunan yang bertujuan mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan rendah emisi dan meminimalkan eksploitasi Sumber Daya Alam” sampai jumpa di liputan lainnya.

 

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : inggitpujisulastri@gmail.com