Friday, 17 September 2021

Efektivitas Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia

 

Efektivitas Vaksin Covid-19 yang digunakan di Indonesia
Efektivitas Vaksin Covid-19

Sudah dua tahun lamanya virus Covid-19 masih bertahan di Indonesia, akibatnya banyak yang mengalami kematian. Sejauh ini pemerintah sudah berusaha untuk mengatasi-nya dengan cara vaksinasi yaitu pemberian vaksin untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila terpapar virus corona tubuh yang sudah di vaksin hanya mengalami sakit ringan, atau pencegahan itu lebih baik dari pada pengobatan. 

Ada 5 jenis vaksin dengan izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu Vaksin Sinovac, vaksin Astra Zeneca, vaksin Moderna, vaksin Pfizer dan vaksin Sinopharm. 5 jenis vaksin ini sudah mengantongi surat aman yang dapat digunakan untuk ibu hamil, anak usia 3-12 tahun dan anak diatas 12 tahun. 

Dengan adanya program dari Pemerintah sejauh ini sudah 118 juta dosis yang disuntikan kepada masyarkat antara lain :

·        Dosis satu sebanyak 75 juta

·        Dosis dua sebanyak 42,9 juta

·        Dosis tiga sebanyak 829 ribu      

Diharapkan angka ini-pun terus meningkat agar dapat membantu upaya pemerintah dalam mencapai herd immunity

 

Live Streaming Youtube Berita KBR
Live Streaming Youtube Berita KBR

Rabu, 15 September 2021, kami mengikuti live streaming youtube Berita KBR tentang “Efektivitas vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia” bersama PMI (Palang Merah Indonesia), didukung oleh IFRC dan dipandu oleh Rizal Wijaya dengan narasumber :

1. dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid selaku juru bicara vaksinasi covid-19dari Kementerian Kesehatan RI.

2. dr. Julitasari Sundoro MSc, MPH selaku pakar vaksin.   

Data Kementerian Kesehatan RI bahwa pemerintah telah melakukan beberapa langkah strategi secara bertahap dalam penyebaran vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia, jika terkesan belum mencapai seluruh daerah itu dikarenakan pemberian vaksin masih difokuskan di 7 kabupaten/kota Pulau Jawa dan Bali. Pemerintah mulai fokus pemberian vaksin di 7 kabupaten/kota dikarenakan tingkat dan jumlah pasien yang terpapar covid-19 tertinggi di Indonesia. Selain itu juga dikarenakan faktor kepadatan penduduk menjadi pertimbangan. Sisanya baru dibagikan ke provinsi lainnya, ungkap dr.Siti Nadia Tarmizi M.Epid.

 

Rizal Wijaya & 2 Narasumber
Rizal Wijaya & 2 Narasumber

Pada tanggal 7 September 2021 yang lalu, BPOM kembali menerbitkan izin penggunaan darurat 2 produk vaksin yaitu vaksin Janssen dan vaksin Convidecia. Jenis-jenis vaksin ini telah melalui pengkajian yang intensif terhadap keamanan, khasiat dan mutu. Dengan adanya izin tersebut, BPOM menjamin khasiat, keamanan dan kualitas vaksin Covid-19 yang diberikan kepada masyarakat sudah memenuhi Standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Namun di masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwa ada vaksin yang kurang efektif di banding vaksin lain-nya.

Semua vaksin yang telah mendapat ijin Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM dan sudah direkomendasikan oleh Indonesia Technical Advisor Group on Immunization (ITAGI) semuanya sama baik-nya, yang membedakan hanya proses produksi di Negara asal vaksin dibuat, uangkap dr. Julitasari Sundoro MSc, MPH 

Semua proses produksi dan teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin tersebut memang berbeda-beda, seperti vaksin sinovac yang berasal dari Cina dengan menggunakan inactivated virus atau virus utuh yang sudah dimatikan. Metode yang sama juga digunakan dalam pengembangan vaksin lain seperti vaksin influenza dan polio. Sedangkan dalam produksi vaksin Astra Zeneca yang berasal dari Inggris menggunakan vector adenovirus simpanse.

 

Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac

Perbedaan proses produksi ini juga yang menjadikan setiap vaksin memiliki jadwal pemberian dosis pertama dan kedua berbeda contoh :

1. Vaksin Astra Zeneca, dosis pertama berjarak 8-12 minggu untuk melakukan dosis ke 2

2. Vaksin Sinovac, dosis pertama berjarak 2-4 minggu untuk melakukan dosis ke 2

Jarak dan dosis pemberian vaksin, semuanya telah melalui riset yang sudah direkomendasikan oleh WHO sehingga efektif saat diberikan ke masyarakat. Jadi masih adakah yang pilah pilih vaksin. Disini masyarakat masih rancuh akan istilah imunogenitas dan efikasi dalam membaca data vaksin Covid-19. 

Imunogenotas adalah kemampuan untuk memicu respon imun di dalam tubuh yang dapat dilihat dari peningkatan kadar antibody, sedangkan efikasi merupakan estimasi dari hasil pemantauan penurunan angka kejadian infeksi pada kelompok orang yang mendapat vaksin dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan vaksin.

 

dr. julitasari Sundoro MSc. MPH
dr. Julitasari Sundoro MSc, MPH

Kesimpulan dari talkshow live streaming youtube KBR ini bahwa “Efektivitas vaksin covid-19 yang digunakan di Indonesia” diharapkan masyarakat tidak lagi pilih-pilih vaksin, Karen jika dibiarkan tentunya akan memperlambat percepatan target vaksinasi yang sedang diusakan pemerintah. 

Sebagai kata penutup dr. Julitasari Sundoro MSc, MPH mengatakan bahwa semua vaksin sama baiknya, jika masyarakat menunda-nunda dan memilih vaksin lain yang sesuai dengan keinginan, tentu akan berakibat fatal dan beriko bagi keluarga. Yuk … segerakan vaksin, sayangi keluarga anda. Mencegah itu lebih baik dari pada pengobatan.

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa no. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

Thursday, 16 September 2021

Indonesia Bebas Kusta, Sebarkan faktanya, Lawan Stigma dan Hoaxnya

Awal masuk Sekolah Menengah Atas
Awal masuk Sekolah Menengah Atas

Dulu, ketika saya awal masuk Sekolah Menengah Atas, setiap habis pulang sekolah kami bersama teman-teman main ke Radio Republik Indonesia yang terletak di Jl. Medan Merdeka Barat - Jakarta, karena ingin eksis di radio. Saat itu menteri penerangan dipegang oleh bapak Harmoko, dimana bapak Harmoko mantan wartawan, jadi sama seperti kita sebagai seorang penulis. Ketika itu, tidak terbersit di kepala bahwa ingin menjadi seorang penulis, namun setelah ditekuni hobi menulis itu dapat menginspirasikan kebaikan kepada masyarakat lewat tulisan.

Senin, 13 September 2021 jam 09.00-10.00 wib kami mengikuti live streaming youtube Berita KBR tentang “Gaung Kusta di Udara” yang dipandu oleh host Rizal Wijaya dengan narasumber :

1. dr. Febrina Sugianto selaku Junior Technical Advidsor NLR Indonesia. Yayasan NLR Indonesia ini bermitra dengan sejumlah organisasi yang menangani penyandang disabilitas, organisasi sipil, institusi pendidikan, dan pemerintah lokal, kementerian serta lembaga pemerintah.

2. Malika selaku Manager Program & Podcast KBR (Kantor Berita Radio). Dengan dukungan dan kontributor terbaik dari berbagai kota yang ada di tanah air dan Asia. Maka produk KBR yang telah digunakan lebih dari 500 radio di Nusantara dan 200 radio di Asia dan Australia. 

Gaung Kusta di Udara
Gaung Kusta di Udara


Pemaparan dr. Febrina Sugianto

Saat in kusta di Indonesia telah mengalami penurunan dengan adanya sosialisasi dari pihak kami dan bantuan dari para blogger yang telah memberikan apresiasi lewat tulisan mereka serta lomba yang diadakan NLR melalui sosial media instagram dan podcast. Tahun 2019 angka mencapai 17.439 jiwa menurun menjadi 16.700 jiwa tahun 2021. 

Menyikapi penurunan kusta ini dr. Febrina Sugianto mengatakan bahwa : angka penurunan ini bisa menjadi kabar baik, namun bisa juga menjadi kabar buruk. Mengapa demikian ? Kabar baik-nya jika memang benar-benar terjadi penurunan itu artinya effort yang dilakukan untuk menekan angka kejadian kejadian tercapai. Akan tetapi bisa menjadi kabar buruk jika penurunan angka tersebut diakibatkan karena penurunan tracing yang disebabkan karena kondisi pandemi covid-19 ini, sehingga mobilitas dibatasi. 

Di Indonesia sebanyak 26 provinsi yang sudah mengalami eliminasi kusta, sedangkan 8 provinsi yang belum yaitu Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Selain itu juga masih terdapat 113 kabupaten/kota yang tersebar di 22 propinsi di Indonesia dengan proporsi kasus anak yang masih relatife tinggi. Faktor penyebabnya adalah karena di Indonesia terdiri dari 117 ribu kepulauan dengan kondisi sosiogeografis yang berbeda-beda dan disebabkan aksebilitasi yang kurang serta stigma yang masih ada di masyarakat, sehingga orang-orang yang terdiagnosis kusta tidak mau menjalani pengobatan karena dikucilkan. 

dr. Febrina Sugianto
dr. Febrina Sugianto

Selain stigma yang harus dihadapi oleh penderita kusta, masih banyak hoaks yang beredar dilapangan antara lain :

1. Kusta adalah kutukan akibat dosa yang dilakukan di masa lalu, mereka meyakini sehingga mereka tidak mau mencari solusi dan cenderung timbul rasa malu akibatnya penyakit kusta-nya tidak terdekteksi.

2. Kusta menular melalui sentuhan, sehingga penderita kusta dan OYPMK dikucilkan dari masyarakat setempat.

3. Kusta karena higienitas buruk atau kurang menjaga kebersihan

4. Kusta tidak dapat disembuhkan, dari stigma ini mereka putus asa dan tidak mau berusaha untuk berobat

Kusta merupakan penyakit gangguan syaraf, pernafasan dan kulit akibat kuman Mycobacterium Leprae yang menunjukkan lesi berwarna merah muda atau lebih terang dari warna kulit. Ada dua jenis kusta antara lain :

1. Paucibacillary (PB) dengan ciri lesi kulit yang sedikit antara 1 – 5 bercak berwarna kemerahan atau lebih muda dari warna kulit di sekujur tubuh, biasanya bersifat asimetris (terjadi hanya pada bagian kanan atau kiri bagian tubuh saja), dimana lesi tersebut mengakibatkan mati rasa atau tumpul ketika mendapat perlakuan tertentu seperti ketika disentuhkan benda panas, dingin dan tajam serta mengganggu fungsi 1 syaraf saja. Untuk obat kusta Paucibacillary akan mendapat obat antibiotik kemasan blister yang harus diminum antara 6-8 bulan.

2. Multibacillary (MB) dengan lesi kulit > 5 yang bersifat simetris, ada dibagian tubuh bagian kanan maupun kiri seperti di punggung tangan, kaki maupun wajah dan mempengaruhi lebih dari 1 syaraf, Berbeda dengan kusta Paucibacillary. Penderita kusta berjenis Multibacillary ini akan menunjukkan hasil positif terinfeksi bakteri kusta ketika kulitnya diambil sampel. Untuk obat kusta Multibacillary akan mendapat obat sekitar 18 blister yang dikonsumsi kurang lebih 12-18 bulan yang harus diminum secara rutin. 

Bagi seseorang yang terkonfirmasi kusta, segera berkonsultasi dengan tenaga medis yang ada di puskesmas agar segera mendapatkan pengobatan dan perawatan, karena obatnya gratis di puskesmas.   

2 narasumber & host Rizal Wijaya
2 narasumber & host Rizal Wijaya

Kita telah ketahui bahwa NLR adalah sebuah yayasan yang dibentuk pada tahun 2018, untuk melanjutkan pemberantasan kusta, NLR Indonesia mempunyai 3 program yaitu :

1. Zero transmission (menghentikan transmisi) 

2.Zero disability (mencegah terjadinya kecacatan)

3. Zero Exclusion (menurunkan stigma). 

Ketiga program ini untuk meningkatkan pemahanan masyarakat. 

Program yang paling diunggulkan NLR adalah program melalui SUKA (Suara untuk Indonesia Bebas Kusta) dengan target yang dituju adalah Generasi X dan Baby Boomer. Kelompok ini diharapkan memahami isu kusta dan ikut menyosialisasikan kegiatan pengurangan stigma dan diskriminasi melalui platform media. Selain itu NLR juga memberikan peluang kepada mahasiswa dan sektor swata untuk ikut andil dalam program SUKA ini. NLR Indonesia ingin mendorong kebijakan insklusif bagi para penyandang disabilitas akibat kusta agar dapat mengakses pekerjaan. 

Malika Manager Program & Podcast KBR
Malika Manager Program & Podcast KBR

Pemaparan Ibu Malika  Manager Program & Podcast KBR 

Dalam situasi pandemi covid-19, media mengambil peran yang sangat penting untuk membantu akan terwujudnya pemenuhan hak seseorang yaitu melegitimasi dengan memicu tindakan diskriminasi terhadap mereka karena itu KBR berkolaborasi dengan NLR Indonesia dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terkait penyakit kusta. Kantor Berita Radio berfungsi untuk membentuk opini masyarakat melalui representasi media, isu dari kelompok marjinal yang bisa dipelajari secara sosial, karena media bisa mempengaruhi proses pembuatan kebijakan public. Nah … lewat kolaborasi ini NLR Indonesia dan KBR dapat menyuarakan bahwa kusta bisa disembuhkan dan jangan sampai terlambat diobati, hilangkan stigma. Bila stigma ini dibiarkan dampaknya akan fatal, ungkap Ibu Malika.    

Malika selaku Manager program & podcast KBR telah memberikan informasi dan edukasi tentang kusta di chanel kbrprime.id melalui program SUKA (suara Indonesia bebas kusta) sehingga dapat diakses siapa saja dan kapan saja. Sebagai penutup Ibu Malika mengatakan bahwa dalam menyusun berita dan informasi KBR senantiasa berpegng pada kode etik jurnalistrik, dan selalu berdiskusi dengan NLR Indonesia agar informasi kusta ini apat diterima oleh masyarakat maupun bagi penderina kusta dan OYPMK

Bagi kalian yang ingin mengikuti lomba SUKA dengan tema "Indonesia Bebas Kusta, Sebarkan faktanya, Lawan Stigma & Hoaxnya. Bisa dilihat di Flyer dibawah ini

Poster Lomba SUKA
Poster Lomba SUKA


Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

 

Wednesday, 25 August 2021

Ruang Publik KBR Yang Muda Yang Progresif

 

Ruang Publik KBR Yang Muda Yang Progresif
Ruang Publik KBR Yang Muda Yang Progresif

Dari judulnya saja “Yang Muda Yang Progresif Untuk Indonesia Inklusif” ini pasti ada hubungannya dengan pemuda kreatif yang mempunyai kelebihan skill, siapakah dia ? tidak semua disabilitas dipandang sebelah mata, hal ini diungkapkan oleh ibu Agustina Ciptarahayu yang mempekerjakan seorang disabilitas low vision namun mempunyai indra penciuman yang tajam sehingga dapat membantu produksi di PT. Botanina Hijau Indonesia dalam hal menciptakan kualitas aroma produk tetap terjaga, dimana PT. Botanina ini bergerak dibidang health dan beauty. 

Dalam rangka memperingati hari International Youth Day, Ruang Publik KBR menghadirkan live streaming yang dipandu oleh Ines Nirmala dengan dua narasumber :

1. Agustina Ciptarahayu selaku Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia

2. Widya Prasetyanti dari Program Development & Quality Manager NLR Indonesia.

 

Dari data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 bahwa kelompok orang muda di usia 18-24 tahun merupakan populasi disabilitas terbesar ketiga setelah kelompok usia lansia dan dewasa akhir. Mereka dapat dipandang sebagai peluang dalam mewujudkan Indonesia yang Inkusif dengan perubahan dan inovasi yang digagas oleh disabiitas dan OYPMK.   

Terkait gagasan disabilitas dan OYPMK, selaku Manager NLR Indonesia ibu Widya Prasetyanti memberikan Program bagi disabilitas antara lain :

1.     Ketenagakerjaan Inklusif baik secara fomal maupun kewirausahaan

2.     Bagi anak dan remaja dalam aspek tumbuh kembang

3.     Pendampingan khusus kesehatan seksual dan reproduksi bagi remaja

4.     Pemagangan Insklusif yaitu memberikan kesempatan orang muda disabilitas dan OYPMK untuk bekerja di NLR Indonesia maupun di mitra NLR

 

Widya Prasetyanti
NLR Indonesia : Widya Prasetyanti

Widya Prasetyanti mengatakan bahwa stigma masyarakat terhadap kusta sangat berpengaruh buruk dan begitu kuat sehingga disabilitas dan OYPMK merasa mider dan takut diejek, oleh karena itu NLR Indonesia melakukan pendampingan di masyarakat untuk melatih disabilitas menjadi konselor handal agar bisa melakukan peer counseling bagi teman sebaya dan sependerita untuk tetap semangat dan bangun dari keterpurukan agar bisa bangkit kembali.

 

Bukti Nyata NLR Indonesia 

NLR Indonesia adalah yayasan organisasi non pemerintah yang berdiri tahun 1967 di Belanda, dengan tujuan untuk menanggulangi kusta di seluruh dunia menggunakan pendekatan tiga zero, yaitu

·        Zero transmission (nihil penularan)

·        Zero disability (nihil disabilitas)

·        Zero exclusion (nihil eksklusi)

NLR Indonesia mempunyai visi dan misi untuk bebaskan kusta di Indonesia, dan telah terbukti bahwa beberapa provinsi sudah terbebas dari kusta, dan kini NLR Indonesia akan fokus memberantas di 13 provinsi dalam 34 kota dan kabupaten.   

 

Interaktif Live Streaming dengan  Gaby pemuda NTT
Interaktif Live streaming Gaby Pemuda NTT

Di Ruang Publik KBR turut hadir pula, Gaby seorang pemuda dari NTT memberikan opini bahwa dia pernah mengalami lumpuh ringan akibat disabilitas kusta. Pertamanya Gaby tidak paham akan kusta, melalui NLR Indonesia Gaby mengenal kusta sebagai penyakit yang menyerang sistem syaraf sehingga menyebabkan kemampuan fisik terbatas. Dan saat ini gaby masih menjalani terapi di sebuah yayasan sosial, sedikit demi sedikit Gaby sudah mulai bisa berjalan namun belum benar benar stabil. Bagi Gaby walaupun kaki saya lumpuh, masih bisa menjalankan aktifitas kegiatan menenun dengan menggunakan tangan ini semua berkat adanya bukti nyata NLR Indonesia.

 

Agustuna Ciptarahayu
Narasumber Ibu Agustina Cipta Rahayu

Di akhir live streaming Ibu Agustina Ciptarahayu Selaku founder dan CEO PT. Botanina Hijau Indonesia mengatakan bahwa perusahaan-nya membutuhkan skill personal yang sangat spesifik dan lengkap, kami membutuhkan pekerja based on skill bukan berdasarkan keterbatasan mobilitas atau fisik melainkan mempunyai skill dibidangkan. Dan siapapun bisa berkarya di Botanina ini seperti disabilitas low vision, dia bisa menjadi bagian produksi yang handal dalam penciuman aroma produk tetap terjaga.

 

Yuk … selagi kita diberi kesempurnaan, mari saling membantu, karena disabilitas dan OYPMK (orang yang pernah mengalami kusta) mempunyai kehidupan untuk maju. Hilangkan Stigma terhadap kusta, karena kusta dapat disembuhkan. Semoga Indonesia bisa terbebas dari Kusta, sampai jumpa di cerita lain-nya.

 

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No.085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

Tuesday, 24 August 2021

Teman Kreasi Dheny Zoo Optik Dian Bekasi

Teman Kreasi Dheny Zoo Optik Dian Bekasi
Teman Kreasi Dheny Zoo Optik Dian Bekasi 
 

Pada tulisan saya terdahulu Smartfren telah meluncurkan “Teman Kreasi Indonesia” yaitu wadah yang didirikan Smartfren untuk mengembangkan kreasi bersama dan kewirausahaan sosial bagi generasi muda serta membuka peluang tumbuh-nya sektor ekonomi UMKM secara kreatif dan digital, cerita selengkapnya bisa lihat disini, kali ini saya akan membahas Optik Dian dari salah satu Teman Kreasi Smartfren untuk lokasi wilayah Bekasi.


Apa itu Teman Kreasi ?

Teman kreasi merupakan 100 % lokal pengusaha yang dibina dan difasiltasi oleh Smartfren agar memberi dampak kepada masyarakat luas, dimana peserta program Teman Kreasi Indonesia ini, didukung dan diberi modal koneksi internet 4G LTE yang dapat membantu menjalankan kegiatan wirausaha online.

Optik Dian beralamat Jl. Narogong Molek Ujung No.2A Rt.002 Rw.019, Bekasi Timur 17115. yang dikelola Bapak Agus Tarsono dan dibantu oleh anaknya Ramdeny Hartanto. Optik ini berdiri tgl 10 Agustus 1998 sebagai salah satu Teman Kreasi yang berorientasi pada usaha dan profit yang telah dikukuhkan Smartfren pada tanggal 11 Maret 2021. Optik Dian ini menjual kacamata, lensa dan softlen, selain itu bisa konsultasi mata bagi penderita mata cilinder, minus ataupun plus. 

Tujuan dari Teman Kreasi Indonesia ini untuk menciptakan sinergi seluruh elemen sehingga terwujud kemandirin ekonomi dalam sektor pengembangan UMKM berbasis digital. Nah … bicara soal Teman Kreasi Indonesia, Smartfren sudah dua kali mendapatkan penghargaan pengukuhan sebagai operator telekomunikasi terbaik bagi masyarakat.

Jum'at, 20 Agustus 2021 yang lalu, Bapak Djoko Tata Ibrahim selaku Deputy CEO Smartfren mengatakan "Smartfren mengucapkan terima kasih atas penghargaan yang telah dinobatkan sebagai salah satu inovasi terbaik dengan meraih Penghargaan “Sustainable Innovative SME Development dari IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2021" Dengan adanya Smartfren Community Teman Buka Peluangmu dapat menumbuhkan perekenomian yang kreatif di Indonesia.      

 

Djoko Tata Ibrahim
Djoko Tata Ibrahim

Hingga saat ini Smartfren melalui Teman Kreasi Indonesia telah ada 32 UMKM yang tersebar di 30 kota antara lain : 

1. Teman Kreasi Kopi & Topi Bambu, Kerajinan Bambu & Kopi dari Tangerang

2. Teman Kreasi Kuma Kamu Kreatipiti, Kuliner & Conten Creator dari Bandung

3. Teman Kreasi Putra Cirebon, Banana Chips & Fashion dari Cirebon

3. Teman Kreasi Kuningan, Digital Accesoris dari Kuningan 

4.Teman Kreasi Dheny Zoo, Optik & Digital Marketing dari Bekasi

5. Teman Kreasi Jajan Mamake, Jajan Khas Cilacap dari Cilacap

6. Teman Kreasi Pati, Madu dari Pati

7. Teman Kreasi Pasar Sayoor, Starup aplilasi belanja rumahan dari Pekalongan 

Itulah Beberapa contoh Teman Kreasi Indonesia yang dibina dan difasilitasi koneksi internet 4G Smartfren dalam kegiatan Marketing Online.

Penghargaan IDX Award bidang Suatainability
Penghargaan IDX Award bidang Suatainability

Saya sebagai pelanggan merasa bangga terhadap Smartfren yang telah memanfaatkan teknologi dan inisiatif yang membawa perubahan masyarakat agar menjadi pengusaha yang kreatif. Inilah berbagai program Smartfren, Salah satunya Corporate Social Responsibility (CSR) yang terdiri dari beberapa pilar penting yaitu pendidikan, UMKM dan masyarakat digital. 

Ada beberapa Dampak dari inovasi dalam bidang sustainability / CSR antara lain

1. Meningkatkan reputasi/nama baik perusahaan dengan berbagai liputan media

2. Kegiatan CSR berbasis potensi ekonomi lokal yang dilakukan oleh leaders Smartfren

3. Community di berbagai kota, diukur dengan PR value, misalnya kegiatan launching Teman Kreasi

4. Intangible benefit berupa recognition dan apresiasi berbagai pihak yang dapat mendukung pemulihan ekonomi selala pandemic dovid-19

5Meningkatkan customer loyalty dengan memenuhi kebutuhan aktualisasi diri di Teman Kreasi dan Smartfren Community dengan berbagai aktivitas.

6. Efisiensi biaya dari pelaksanaan program CSR ini karena bersifat bottom-up dan organik, maka dengan biaya program CSR yang ditetapkan dampaknya bisa lebih besar dan menjangkau masyarakat yang lebih luas dibandingkan dengan program yang top down.

7. Secara tangible, kegiatan social marketing di program ini berhasil meningkatkan awareness dan penjualan dari channel komunitas, yaitu selain repeat buying di komunitas UMKM di berbagai kota dimana Teman Kreasi ada.

 

Dengan demikian upaya untuk memajukan dan membantu masyarakat, Smartfren telah mewujudkan dengan memanfaatkan teknologi, inovasi produk dan layanan, serta inisiatif yang membawa perubahan dan kebaikan nyata bagi masyarakat. Smartfren terus melakukan inovasi berkat dukungan dari pemerintah, pelanggan, mitra kerja dan masyarakat. Segala hal yang dilakukan Smartfren akan selalu kembali ke masyarakat. Terima kasih telah mempercayakan Smartfren sebagai Teman Buka Peluangmu sehingga 2 tahun ini, Smartfren dapat mempertahankan Penghargaan IDX Award bidang Sustainability.

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

 

Tuesday, 10 August 2021

Pasien Isoman Covid-19 Dengan Layanan Bantuan Informasi

 

Pasien Isoman Covid-19 Dengan Layanan Bantuan Informasi
Pasien Isoman Covid-19 dengan LBI

Sudah dua tahun lamanya Covid-19 masih bertahan dan belum mau pergi dari Indonesia, sehingga pemerintah telah mengupayakan dengan berbagai cara untuk mengatasinya. Saat ini Covid-19 di Indonesia telah mencapai lebih dari 3 juta kasus, dan hampir 45.000 per hari pasien Covid-19 mengalami peningkatan yang cukup drastis, dimana rujukan RS yang ada di Jakarta – Bandung dan wilayah pulau Jawa – Bali, kapasitas rumah sakit semuanya full, sehingga tidak bisa menampung pasien akibat melonjaknya jumlah pasien covid-19. Karena itu pihak rumah sakit menganjurkan untuk melakukan Isolasi Mandiri (IsoMan) bagi pasien tanpa gejala dan bergejala ringan.

 

Pada periode 1 Juni hingga 21 Juli 2021, dari data Tim Koalisi Lapor Covid-19 tercatat lebih dari 2.000 orang di 16 provinsi dan 78 kota meninggal ketika Isolasi Mandiri. Nah … melalui Live Streaming youtube Berita KBR ini kami akan menghadirkan 2 narasumber yang akan membahas “Pasien Isoman Covid-19 dan tantangan-nya :

1.     dr. Jossep F. William, Kasubdit Satgas Covid-19 Nasional

2.     dr. Alisa Nurul Muthia dari RS. PMI Bogor 

 

Ines Nurmala, dr.Jossef F. William, dr. Alisa Nurul Muthia
moderator & narasumber

Sebagai moderator Ines Nirmala memberikan pertanyaan kepada dr. Alisa Nurul Muthia, Apa saja yang harus dilakukan Isoman di Rumah ?

Pada prinsipnya dokter yang menangani pasein covid-19 menganjurkan bila ada gejala Covid-19 segera lapor ke RT / RW setempat untuk diteruskan ke Puskesmas wilayah agar dibantu pemantauan dan diberi obat-obatan.

 

Menurut dr. Alisa Nurul Muthia, ada beberapa hal yang menentukan pasien harus Isoman atau di rujuk ke Rumah Sakit tergantung dari dokter yang menangani dengan berbagai pertimbangan antara lain :

1. Kondisi medis pasien seperti apa? masih gejala ringat atau gejala berat

2. Kemampuan perawatan yaitu harus benar-benar ada yang merawat pasien

3. Kondisi rumah seperti memiliki ruang tersendiri dan kamar mandi terpisah

4. Kondisi sosial sepert alat makan, alat sholat harus terpisah.

Jika ke empat hal tersebut tidak memungkinkan, maka akan di rujuk oleh pihak yang terkait ke Rumah Sakit. 

dr. pribadi klinik Guci Medika
dr. pribadi klinik guci medika

Bagaimana Isoman yang baik ? 

Ø Hindari kontak langsung antara pasien covid-19 dengan anggota keluarga yang negatif minimal 3-4 meter, karena bila ter-contacless maka akan tertular melalui sentuhan ataupun pernapasan ketika berbicara dengan pasien

Ø Harus ada Oxymeter untuk mengecek kadar oxygen darah (SPO2) dan Termometer untuk mengukur suhu badan. Apabila keluhan mulai terasa sesak napas dibawah 95 % sebaiknya di rujuk ke rumah sakit

Ø Merubah pola makan seperti karbohidrat, protein, vitamin dan nutrisi. Perbanyak makan sayur dalam bentuk segar, pilihlah buah yang tidak mudah busuk serta perbanyak minum air putih.

Ø Ingat ya … pakaian bekas pakai pasien covid-19 sebaiknya langsung direndam dengan air sabun dan sampah infeksi pasien covid-19 harus dipisah dengan sampah rumah tangga. 


dr. Jossep F. Willian Kasubdit Satgas Covid-19 Nasional
dr.Jossep F. William Satgas Covid-19 Nasional


Bagaimana usaha pemerintah untuk menangani Isoman pasien Covid-19 di rumah

dr. Jossep F. William menjelaskan, jika merasa bergejala covid-19 jangan takut untuk melapor agar di bantu dan di pantau oleh Satgas kewilayahan, komunitas serta lembaga masyarakat. Kementerian Kesehatan telah menyediakan layanan Telemedicine secara gratis, layanan ini tersedia mulai dari wilayah Aceh hingga Papua. (Telemedicine adalah salah satu usaha pemerintah untuk membantu konsultasi kesehatan dirumah , karena tidak mungkin dikunjungi satu persatu)    

    

Cara memanfaatkan Telemedicine

Pasien Covid-19 dapat melakukan tes PCR di laboratorium yang terdaftar di website Kemenkes, jika hasil tes tersebut positif maka akan dikirimkan link untuk konsultasi dengan dokter di 11 platform, kemudian setelah konsultasi, dokter akan memberikan resep untuk ditebus di Apotik Kimia Farma secara gratis. Kalian bisa kunjungi website kemenkes untuk melihat daftar 742 laboratorium yang ada di seluruh Indonesia.


Untuk masyarakat Indonesia dengan tulisan ini kami menginformasikan bahwa pemerintah telah me-launching Layanan Bantuan Informasi (LBI). Layanan ini berbasis Whattaps di nomor : 0821-2390-3617 untuk akses masyarakat ketika isolasi mandiri yang memerlukan bantuan mencari ruang rawat inap, ruang ICU ataupun ruang HC. Mari kita bahu membahu karena Covid-19 bukan masalah Pemerintah saja, melainkan sudah menjadi masalah kita bersama. LBI ini juga menyediakan konseling secara gratis dari psikolog bagi yang mengalami gangguan kesehatan mental. Terima kasih semoga informasi ini sangat bermanfaat, sampai jumpa pada tulisan kesehatan yang lain-nya.    

 

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

Saturday, 24 July 2021

Akses Kesehatan Insklusif Bagi Disabilitas dan OYPMK

 

Akses Kesehatan Insklusif Bagi Disabilitas dan OYPMK
Akses Kesehatan Insklusif Bagi Disabilitas dan OYPMK

Hi … mom’s apa kabar? Sehat selalu ya …. Kali ini saya akan mengulas terkait dengan permasalahan penyakit kusta, disabilitas dan gambaran orang yang pernah menglami kusta (OYPMK). Kusta adalah salah satu penyakit menular yang masih menimbulkan masalah sangat kompleks dan menimbulkan disabilitas ganda, dimana orang yang menyandang penyakit kusta mengalami disabilitas secara sensorik ataupun motorik, dalam kondisi ini orang yang pernah mengalami kusta harus berhadapan dengan stigma yang ada di masyarakat. 

Pada kesempatan pagi ini Ruang Publik KBR akan memperbicangkan “Akses Kesehatan Insklusif Bagi Penyandang Disabilitas dan OYPMK dengan narasumber :

1. Bapak Suwata dari Dinas Kesehatan Kab. Subang – Jawa Barat

2. Bapak Ardiansyah seorang aktivis Kusta sekaligus Ketua dari organisasi Permata Bulukumba

 

Kita telah ketahuan dari data Bapenas bahwa tahun 2018 penduduk Indonesia sekitar 21,8 juta atau 8,26% sebagai penyandang disabilitas di berbagai daerah. Menurut Ines Nirmala pemandu live streaming Berita KBR bahwa orang yang pernah mengalami kusta seringkali masih menghadapi kesulitan dan tidak memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang layak. Padahal menurut UU no.8 tahun 2016 setiap warga Negara baik sehat maupun penyandang disabilitas dijamin pemenuhan haknya, salah satu-nya di sektor kesehatan dimana pemerintah wajib menjamin ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan memfasilitasi penyandang disabilitas untuk dapat tetap hidup mandiri dan produktif secara sosial ekonomis. Untuk itu penyelenggaraan program layanan kesehatan inklusif perlu diupayakan agar penyandang disabilitas termasuk pasien kusta memiliki derajat kesehatan yang optimal sehingga mampu menunjang produktifitas dan partisipasi mereka dalam bermasyarakat dan pembangunan.

 

Bp. Suwata Dinas Kesehatan Kab. Subang
Bp. Suwata Dinas Kesehatan Kab. Subang

Menurut bapak Suwata dari Dinas Kesehatan mengatakan bahwa masyarakat di kabupaten Subang kusta masih menjadi masalah yang serius dengan adanya angka prevalansi kecacatan yang cukup tinggi, hal ini dapat disebabkan karena :

1. Pengetahuan masyarakat yang kurang, sehingga ketika gejala kusta menghampiri dirinya, dia tidak segera memeriksakan diri

2. Pemahaman yang keliru tentang kusta yang berdampak pada stigma serta diskriminasi sehingga menyebabkan penderita kusta menutup diri dan malas berobat

3. Kesiapan tenaga kesehatan untuk deteksi dini yang masih terbatas sehingga banyak pasien ditemukan dalam kondisi parah.

Di kabupaten Subang juga selama 3 tahun berturut turut, kecacatan tingkat 2 akibat penyakit kusta meningkat yaitu tahun 2018 terdapat 5% dari 7 kasus, tahun 2019 terdapat 7,9% dari 9 kasus, tahun 2020 terdapat 11% dari 12 kasus. Jadi data dari Dinas Sosial terdapat 11.872 kasus disabilitas dari seluruh kabupaten Subang.


Ulasan bp. Ardiansyah

Selaku aktivis sekaligus ketua organisasi Permata, bp. Ardiansyah mengatakan bahwa hampir semua stigma dan diskriminasi masih sangat tinggi di Bulukumba 2 tahun belakangan ini, namun dengan adanya Permata memberikan peran yang sangat penting untuk memberikan bagaimana pemahaman masyarakat mengenai kusta mulai diterima di kalangan perkotaan. Karena ada perbedaan masyarakat yang ada di kota dan pedesaan terkait pemahaman stigma kusta ini. 

Sebelum lanjut kepahaman kusta ini, mari kita ketahui apa itu Permata ? Permata adalah sebuah organisasi satu wadah dengan OYPMK yang dapat memberikan pendamping atau dukungan bagi orang-orang yang mengalami kusta atau disabilitas atas penyakit kusta. Nah … dengan adanya Permata dapat membantu dalam permasalahan aksebilitasi lapangan pekerjaan, aksebilitasi terhadap pendidikan, layanan kesehatan, insfastruktur sehingga dapat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan meraka yang mengalami disabilitas akibat kusta ini.   

 

Ines Nirmala, Bp. Suwata, Bp. Ardiansyah
Ines Nirmala, Bp. Suwata, Bp. Ardiansyah

Menurut UU No.8 tahun 2016 permasalahan terkait dengan disabilitas dalam hal lapangan pekerjaan mensyaratkan rekruitmen ASN bahwa perusahaana hanya menerima 2% dari keseluruhan kota yang ada untuk semua implementasi terkait. Karena itu dengan adanya edukasi melalui live streaming ruang publik KBR, Bapak Suwata dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang memberikan akses kesehatan kepada disabilitas dan penderita kusta untuk melakukan advokasi kepada pemerintah sebagai implementasi UU no.8 tahun 2016 ini.   

Adapun 4 program prioritas untuk penderita kusta dan disabilitas di kabupaten Subang yaitu :

1. Kontrol dan cegah kusta melalui edukasi, pendampingan dan control penularan

2. Cegah kecacatan yang harus dilakukan sebagai pengobatan dini

3. Pemberdayaan para OYPMK dengan pelatahan life skill

4. Pengurangan stigma dan diskriminasi melalui komunitas dan worshop untuk perubahan perilaku bagi tokoh masyarakat yang dianggap berpengaruh sehingga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang benar tentang kusta kepada masyarakat.

 

Nah … untuk pembaca blog sumiyati sapriasih yang telah membaca ulasan tentang kesehatan kusta ini tolong sampaikan kepada masyarakat luas melalui literasi atau edukasi agar orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK) tidak lagi mendapatkan stigma negatif dan diskriminasi sosial dengan pelayanan yang inklusi serta dapat menjunjung kesetaraan aksebilitasi bagi disabilitas dan OYPMK untuk menuju Indonesia bebas kusta.

 

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

Saturday, 17 July 2021

Smartfren Gokil Max, Saya Sudah Vaksin

 

Smartfren Gokil Max, Saya Sudah Vaksin
Smartfren Gokil Max, Saya Sudah Vaksin

Masih teringat di benakku, dulu … ketika anak-anak masih berusia 0 hingga 12 bulan kita harus membawa anak untuk di vaksin mulai dari imunisasi BCG, DPT, HB, Polio dan imunisasi campak. Namun seiring dengan waktu berjalan, bangsa Indonesia sedang dikejutkan dengan virus Covid-19, yang semakin hari semakin bertambah. Apalagi saat ini munculnya virus varian baru, sehinga pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang berbasis skala mikro yaitu tingkat RT/RW, untuk mencegah adanya kerumunan masa. Dengan kebijakan ini, pemerintah mengeluarkan Program Vaksinasi Covid-19 untuk memberikan perlindungan agar masyarakat tidak jatuh sakit akibat Covid-19 dengan cara menimbulkan atau menstimulasi kekebalan spesifik dalam tubuh


Berbagi Pengalaman


Pelaksanaan vaksin sinovac
Pelaksanaan vaksin sinovac

Bagi saya mencegah itu, lebih baik dari pada pengobatan, kenapa demikian ? karena bila kita mencegah kemungkinan terjadi penyakit lebih ringan, namun bila pengobatan, virus itu akan menyebar ke tubuh lainnya dan akan sulit pengobatan-nya. Usia saya memang sudah tidak muda lagi, namun kita berusahan agar tubuh tetap sehat. Karena itu saya mengikuti program vaksinasi covid-19 di Klinik Guci Medika Faskes 1 BPJS Kesehatan. Persyaratan yang dibutuhkan hanya identitas KTP dan no. telephone yang bisa buat sms, karena hasil sertifikat vaksinasi-nya akan dikirim melalui sms oleh website Peduli Lindungi.


Tata Cara Vaksinasi Covid-19

Pertama Kita diminta kartu KTP dan no. telephone sebagai pendaftaran, lalu duduk manis untuk dipanggil tensi, kamudian langsung vaksin di tangan kanan suntiknya. Selanjutnya tinggal nunggu hasil print surat keterangan Riwayat Pemberian Vaksinasi covid-19, disitu tertera tgl vaksin, nama vaksin, no. pendaftaran, lokasi vaksin dan keterangan yang menyakatan bahwa sudah di vaksin ke 1. Beberapa jam kemudian SMS datang yang isinya bahwa Sertifikat Vaksinasi Sinovac sudah keluar. Setelah 30 hari dari vaksi tahap 1 saya datang kembali ke Klinik Guci Medika untuk melakukan vaksinasi covid-19 Sinovac tahap 2, tata caranya sama seprti vaksinasi 1. 

Dokter pribadi klinik Guci Medika
Dokter Pribadi Klinik Guci Medika

Kesimpulan :

Untuk pelaksanaan vaksin ke 2 harus menunggu 21-28 hari, karena vaksin ke 1 harus bereaksi dulu dengan tubuh dan mulai membangun sistem kekebalan (tidak secara otomatis, langsung kebal). dan terteta tgl vaksi yang ke 2 yaitu 30 hari setelah vaksin ke 1. Dalam masa ini, bila kita dekat-dekat dengan orang yang positif covid, tetap berbahaya tetap bisa terjangkit, karena kekebalan anti covid-nya belum siap, setidaknya harus menunggu 21 hari kemudian

Pemberian vaksin tahap 2 adalah pembangunan sistem imunitas anti covid dan sistem ini juga perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang serta menjalin, kira-kira waktunya 14-21 hari tubuh kita baru jadi adanya imunitas covid aktif. Dalam masa sebelum 14 hari setelah suntikan vaksin ke 2, kalau kita dekat-dekat dengan orang yang positif covid, tetap berbahaya, tetap bisa terjangkit, karena kekebalan anti covid belum siap. Jadi bila dihitung-hitung dari vaksin 1 ke vaksin 2 hingga kekebalan terbangun harus menunggu sekitar 2 bulan, kebal covid baru terjadi antara 85%-92%, belum 100 %.

Jadi vaksin itu diibaratkan seperti membangun dinding tembok tanggul untuk menahan banjir secara bertahap, tidak seperti sulap atau sihir langsung kebal setelah disuntik. Mari kita jaga bersama kesehatan untuk kita semua.


Kegiatan di rumah ketika PPKM
Kegiatan dirumah ketika PPKM 
Bicara soal PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) tentunya kegiatan kita alihkan secara online seperti anak sekolah melakukan kegiatan dengan cara daring, para pekerja melakukan WFH semua itu menggunakan kuota internet. Sebagai pengguna Smarfren saya akan bercerita tentang Smartfren GOKIL MAX :

* Jaringan-nya 100 % 4G

* speedtesnya cepet banget bisa mencapai 36,8 Mbps

* Kuotanya besar yaitu 36Gb terdiri dari 12Gb kuota nasional, 24Gb kuota lokal yang bisa digunakan selama 24 jam di semua aplikasi selama 30 hari, ditambah extra kuota 70Gb yang dapat digunakan dari jam 1-5 pagi 

* Harga paling murah mulai dari 30 ribuan  

Buat temen-temen yang mau dapetin hadiah pasti, mulai dari pulsa, emas, smartphone, tablet, TV, Laptop, motor hingga Grand Prize emas 50 gram, tabungan ratusan juta rupiah dan mobil. Jangan lupa download aplikasi MySmarfren di play store, dan langsung ikutan Rejeki WOW periode 2

Hadiah Challenge Rejeki WOW
Hadiah Challenge Rejeki WOW 


Download Smartfren ikutan Challenge-nya
Download ikutan Challenge-nya

Yuk … mom's pake Smartfren Gokil Max, kapan lagi dapat hadiah Rejeki WOW, karena Rejeki sudah ada di depan mata.

 


Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No.085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com