Monday, 20 December 2021

Implementasi New Normal Pada Industri Direct Selling

 

Implementasi New Normal pada Industri Direct Selling
Implementasi New Normal pada Industri DIreck Selling

Sebagai penutup akhir tahun, APLI Indonesia menggelar Talkshow tahunan selama 3 hari di gedung City Plaza kuningan barat Jl. Gatot Subroto No.44 - Jakarta. Jum’at, tgl 19 Desember 2021 merupakan hari ke tiga Komunitas Sahabat Blogger meliput acara talkshow APLI Indonesia. Banyak ilmu yang di dapat antara lain tema hari ini adalah Implementasi New Normal pada Industri Direct Selling. 

Masa Pandemi mengalami perubahan penjualan di Indonesia, begitu juga yang dialami oleh perusahaan Direct Selling mengalami penurunan omset sebsesar 18,4 triliun yang tercipta di tahun 2019, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 1% dan terhadap konsumsi rumah tangga sebesar 2%. Penurunan omset yang terjadi di tahun 2019 ke tahun 2020 dan masih berlanjut di tahun 2021 disebabkan karena pukulan pandemi pada 2 tahun terakhir ini. Namun terjadi peningkatan jumlah mitra usaha di tahun 2020 menjadi sebanyak 7,3 juta mitra usaha. Sejalan dengan itu, jumlah komisi dan bonus yang dibagikan kepada mitra usaha juga meningkat dari mula sebesar 4,9 triliun, menjadi 5,1 triliun di tahun 2020. 

Meskipun dalam 2 tahun terakhir ini harus berdampingan dengan pandemi, gairah berusaha di bidang Penjualan Langsung masih sangat tinggi dilihat dari laju pertumbuhan yang terlihat dari evaluasi hasil veifikasi lapangan menurut Oke Nurwan, Dipl., Ing Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan diperoleh data beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh 56 perusahaan penjualan langsung seperti bagan dibawah ini :

 

Evaluasi Hasil Verifikasi Lapangan
Evaluasi Verifikasi Lapangan

Ketentuan Direct Selling pada PP No.5 / 2021 dan PP No. 29 / 2021 BPKM menyebutkan persyaratan dan kewajiban yang harus dilakukan :

Persyaratan :

1. Berbadan hukum PT

2. Memenuhi kriteria : harus memiliki hak distribusi eksklusif, memiliki marketing plan, memiliki kode etik, perekrutan melalui system jaringan, melakukam pemasaran melalui jaringan, mempekerjakan min. 1 WNI sebagai direksi dam 1 WNI sebagai komisaris

Kewajiban :

1. Perusahaan memberikan keterangan secara lisan dan tertulis kepada calon penjual mengenai identitas, mutu dan spesifikasi barang, kondisi barang, marketing dank ode etik

2. Perusahaan yang telah melakukan perekrutan wajib :

<-> Memberikan storter kit kepada penjual langsung

<-> Memastikan kegiatan penjualan sesuai marketing plan dan kode etik

<-> Mencantumkan label pada produk paling sedikit nama perusahaan dan keterangan barang dijual dengan system penjualan langsung

<-> Memberikan komisi/bonus sesuai dengan yang dijanjikan

<-> Memberikan tenggang waktu 7 hari kepada konsumen untuk mengembalikan barang apabila tidak sesuai

<-> Memberikan kompensasi/ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan barang yang diperdagangkan

<->  Melaksanakan pembinaan/pelatihan minimal 1 kali pertahun

 

Narasumber APLI Talkshow
Narasumber APLI Talkshow

Bicara soal kode etik Bapak Keny V. Soemantoro selaku ketua umum APLI mengatakan bahwa ada beberapa kode etik setiap perusahaan yang ingin bernaung dibawah APLI harus memenuhi kode etik, karena itu merupakan bagian dari perbedaan dengan perusahaan-perusahaan lain yang terkadang tidak berorientasi pada customer. Apli sangat berorientasi pada satisfaction guaranteed (jaminan kepuasan) untuk para customer. 

Industri Direct Selling merupakan tantangan terberat di masa pandemi yang akan memasuki new normal, APLI sejak tahun 2020 APLI merupakan this year is the year of change yaitu perubahan yang harus diantisipasi cara  kita menyikapinya. Industri Direct Selling mencanangkan bahwa salah satu cara yang paling efektif saat ini adalah melalui digital, karena itu dalam rangka APLI tahunan kita adakan secar virtual. 

Sebagai penutup Ina H. Rachman., SH., MH selaku Sekjen APLI dan moderator APLI talksow mengatakan bahwa syarat menjadi anggota APLI yang terpenting punya SIUPL yaitu Surat Izin Usaha Penjualan Langsung dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perdagangan. APLI setiap tahun akan memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berprestasi sebagai entrepreneur of the year di acara APLI Award yang akan diadakan tgl 12 Januari 2022.   

 

Komunitas Sahabat Blogger
Komunitas Sahabat Blogger

 Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

Wa No. 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

12 comments :

  1. Tegas nih syarat untuk menjadi anggota APLI ya bu Sum harus punya SIUPL dari BKPM dari menteri perdagangan jadi tidak asal ya harus melengkapi syarat terlebih dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai pengusaha yang ingin menjadi anggota APLI syaratnya sangat mudah hanya mempunyai SIUPL dari BKPM dan Menteri Perdagangan

      Delete
  2. Bener banget mbak, industri Direct Selling sedang mengalami tantangan terberat di masa pandemi. Kebayang susahnya mengunjungi konsumen. Memang salah satu cara yang paling efektif saat ini yaitu melakukan direct selling melalui digital.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga pandemi covid-19 cepat usai agar pengusahan dan masyarakat bisa kembali aktivitas seperti semula

      Delete
  3. Bagus banget yah bund talkshownya ini banyak manfaat sekali jadi tambah pengetahuan nih aq setelah baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebagai blogger memang kita harus edukasikan agar masyarakat lebih memahami lagi tentang implementasi industri direct selling

      Delete
  4. Direct selling di masa pandemi ini memang jadi tantangan sendiri ya bund. Semoga dengan talkshow ini bisa menjawab semua permasalahan para pengusaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena itu edukasinya laman ini agar masyarakat lebih paham lagi tentang Direct Selling

      Delete
  5. Menurutku syarat2 nya bagus bgt karena menyangkut harkat orang banyak pastinya. dan supaya ga asal perusahaan bodong abal-abal meraup keuntungan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebelum melangkah untuk menjadi anggota direct selling sebaiknya persiapkan terlebih dahulu SIUPL dari BKPM dan Menteri Pertdagangan

      Delete
  6. Sukses untuk Industri Direct Selling, meski menghadapi tantangan berat di masa pandemi di era new normal, APLI menyikapinya secara efektif dengan mengembangkan cara digital. Sebuah implementasi new normal pada industri direct selling yang sesuai kebutuhan zaman.
    Terima kasih sharingnya, Bun..acara yang menarik sekali:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja dengan edukasi ini dapat membantu para direct selling untuk memulai usahanya.

      Delete