Thursday 15 June 2017

MPR-RI Gandeng Blogger, Mahasiswa dan Para Tokoh Nasional Dalam Refleksi Kebangsaan

Ketua MPR-RI Bapak Dr. H.C Zulkifli Hasan M.e MM
Untuk kedua kalinya saya mampir ke gedung MPR-RI memenuhi undangan tentang Ini Baru Indonesia yang mana Negara kita sedang mengalami penyalahgunaan kekuasaan, maraknya korupsi, kolusi dan nepotisme yang mengakibatkan perpecahan antar agama, terpecahbelahnya persatuan dan kesatuan yang seharusnya itu tidak boleh terjadi, oleh sebab itu Ketua MPR-RI Bapak Dr. H.C Zulkifli Hasan M.E MM mengundang para Tokoh Nasional untuk memberikan pendapat tentang Curah Rasa Refleksi Kebangsaan “Merawat Kebhinekaan Untuk Menjaga Keutuhan NKRI”

Pembukaan oleh Bapak Zulkifli Hasan sebagai ketua MPR-RI, dengan diadakan forum ini kita dapat mencurahkan pendapat antar tokoh nasional seperti : Bapak Mohammad Mahfud MD, Bapak Salahudin Wahid, Bapak Tri Sutrisno dll untuk mencari solusi atas kondisi bangsa ini, karena Indonesia merupakan Negara berdaulat yang berlaku adil, dimana semua permasalahan sengketa dapat diakhiri dengan baik.

Inilah Pendapat Para Tokoh Nasional kita “Curah Rasa Refleksi Kebangsaan”
Para Tokok Nasional
Bapak Mohammad Mahfud MD mengatakan dalam permasalahan ini bahwa ada sekelompok yang merasa golongan dominan secara social, ada sekelompok orang islam yang sebenarnya mainsteam NU dan Muhamadiyah tidak ada masalah dengan Pancasila, bahkan orang islam sangat nyaman tinggal di Indonesia dibandingkan di Arab Saudi, karena majlis taklim di sana tidaka ada, sedangkan di Indonesia bebas mendirikan Majlis Taklim.

Bapak Salahudin Wahid mengatakan bahwa Indonesia merdeka sudah 72 tahun. Namun masih ada rasa saling tidak percaya, saling disakiti, belum lagi konflik Ambon selesai muncul kasus Kalimantan Tengah yang perlu dilakukan sebenarnya apa yang terjadi, dan saya berharap diskusi ini dapat memberikan sesuatu kepada masyarakat dan kita sebagai bangsa Indonesia mari berpegangan tangan saling toleransi, perbaiki pribadi masing-masing, semoga mendapat rahmat Allah SWT, Amin.

Bapak Tri Sutrisno mengatakan bahwa Bangsa Indonesia tumbuh dengan sejarah yang panjang, sebelum menjadi Negara sudah ada deklarasi kebangsaan seperti sumpah pemuda, suku bangsa yang luar biasa karena dari bangsa yang dijajah bisa lepas jadi merdeka. Itu karena bangsa yang bisa bersatu yang kemudian dipilih wadah Negara kesatuan Republik Indonesia. Negara kita plural dan multi kultural maka suasana merumuskan apa arti merdeka dan Negara kesatuan Republik Indonesia adalah konsep yang paling mantap dan bijak adalah PANCASILA. Oleh sebab itu Bapak Tri Sutrisno berpesan kepada bangsa ini, bahwa pelajaran ilmu Bumi dan Pancasila itu sangat penting diterapkan di sekolah.
Selfie Bareng Bapak Zulkifli Hasan dan para Blogger
Kesimpulan yang kita dapatkan dari para tokoh nasional merupakan cerminan bahwa dengan berpegang teguh pada prinsip Negara yaitu Pancasila dan Kebhinekaan maka bangsa Indonesia semakin kuat dan kokoh dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wah … seru banget acaranya yang mana para Tokoh Nasional berpendapat dalam curah rasa, dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul 17.30 baru selesai, kitapun berbuka puasa bersama di gedung Nusantara IV MPR-RI. Terima kasih banyak telah berkunjung di acara ini, dan ini liputan dari saya.    
    
Salam
Sumiyati Sapriasih

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

4 comments :

  1. wah, ada Pak Mahfud MD. Saya ngefans lah ma beliau.

    Siip... acara seperti ini harus sering diadakan ya, Mba. Terutama di kalangan pelajar juga. Biar bisa memahami Pancasila

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar disni, memang seharusnya rakyat diajak diskusi biar lebih paham.

      Delete
  2. Semoga acara seperti ini merambat ke daerah tidak hanya di Jakarta saja, krn masyarakat daerah juga butuh tambahan wawasan kebangsaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups bener banget, semoga pemerintah daerah bisa berdiskusi dengan rakyatnya, amin.

      Delete