Monday, 27 April 2020

Kegiatan Ramadhan di Tengah Virus Corona

Kegiatan Ramadhan 1441H
Marhaban ya ramadhan 

Ramadhan 2020 terlihat berbeda dari tahun sebelumnya, dimana kegiatan solat taraweh ditiadakan karena tidak boleh mengumpulkan masa. Tidak diperbolehkan mudik, dikhawatirkan menularkan virus di kampung halaman. Kita semua turut prihatin, Ramadhan tahun ini bangsa Indonesia sedang diuji oleh yang maha kuasa. Sebenarnya ujian ini sudah tertulis dalam Surat Al-Baqarah Ayat 155, yaitu : وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ. Artinya : “Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”.

Dengan adanya virus corona pemerintah telah mengambil keputusan untuk semua warga melakukan kegiatan hanya #dirumahaja. Memasuki hari ke 3 di bulan Ramadhan 1441H, apa yang sudah kalian lakukan ?

Sudah lebih dari sebulan kami menjalani kebijakan Stay at home, entah sampai kapan suasana ini akan berakhir. Terkadang wabah ini memberikan tekanan yang demikian dahsyatnya kepada kita semua, namun jangan berputus asa karena hanyalah orang-orang yang sesat, ingatlah allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
 
Nasi Bungkus+Telor Balado 
Disaat sempit seperti ini, allah akan menguji barang siapa yang memberikan sedikit rezeki maka akan dilipatgandakan rezekimu. Oleh sebab itu kami dikurung di rumah saja bukan berarti harus berdiam diri, banyak yang mesti kita lakukan kegiatan yang positif, salah satunya saya melakukan kegiatan masak, dimana sore harinya untuk dibagikan ke kaum dhuafa. Karena apa yang kita makan itu sebagian milik mereka. Jadi apa salahnya kita berbagi, karena masih banyak orang diluar sana yang membutuhkan uluran tangan kita.

Kegiatan Ramadhan Ditengah Korona

Di hari ke 3 bulan ramadhan saya masak tempe dan tahu bacem, terong dan telur balada dengan sayur daun singkong dicampur jantung pisang dan teri medan menggunakan santan kelapa siap pakai “Sun Kara”. Sekitar jam 16.00 saya siapkan nasi bungkus untuk dibagikan. Ramadhan hari pertama saya membagikan nasi bungkus ke daerah perumahan Zamrud, dimana banyak kaum dhuafa seperti pengemis pasar BTR, pemulung, penjual pisang keliling kakek renta lanjut usia, ojol yang konon katanya tidak diperbolehkan mengambil penumpang kecuali barang (gofood)  

Kegiatan Ramadhan, saya membagikan daerah Mustika Jaya – Bekasi Timur, dimana banyak kaum dhuafa yang menanti uluran tangan kita seperti tukang parkir yang hanya pendapatannya sehari 10.000,- dikarena kendaraan jarang lewat. Lalu penduduk yang lanjut usia hanya tinggal seorang diri menunggu pemberian dari orang yang lewat itupun orang yang berbaik hati.
 
Berbagi dengan Kaum Dhuafa
Cerita ibu pengamen yang setiap harinya keliling dari rumah kerumah, disaat seperti ini ibu dua orang anak hanya bisa mengamen di pasar-pasar itupun nunggu kebaikan orang yang berbelanja. Memang  virus corona membuat kami menjadi gelisah, tidak tenang dan berat beban yang dirasakan bangsa ini terutama buruh kerja harian.

Semua ini kita kembalikan kepada sang pencipta, untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya allah ? “tidak ada sesuatu musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin allah”. Barang siapa yang beriman kepada allah, niscaya dia akan memberi petunjuk ke dalam hatinya.

Ingat akan lagu Ebit G Ade “Berita kepada kawan” inilah sepenggal lirik lagunya :
        Mungkin tuhan telah bosan melihat tingkah kita
        Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
        Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
        Coba tanya pada rumput yang bergoyang

Nah … coba kita renungkan lirik lagi ini. Selagi masih ada waktu yuk … kita perbanyak amal ibadah, apalagi dibulan suci yang penuh berkah ini. Karena amal ibadah merupakan menuntun kita di akhir nanti.  

                                                                               
Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
Wa No. 085779065707
Email : sumiyatisapriasih.com



28 comments :

  1. Semoga Ramadhan bulan ini lancar ya bu!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin ... amin ya robbal alamin, terima kasih atas doanya, yuk ... kawan mari kita berbagi selagi masih ada waktu

      Delete
  2. Semoga wabah ini segera diangkat oleh Allah SWT, dan semua bisa beraktifitas secara normal kembali. Amin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin ... kita berdoa yang banyak agar ujian virus corona segera dibebaskan dari kota bumi ini, Dan ingat mari kita berbagi selagi ada rezeki, karena masih banyak yang membutuhkan uluran tangan kita

      Delete
  3. Banyak hal yang bisa Kita lakukan buat mereka yang kekurangan, ya, Bu. Sedikit bantuan Kita berarti banget buat mereka. Adanya pandemi ini membuat Kita harus lebih peka terhadap lingkungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget kakak, karena apa yang kita makan, sebagian milik kaum dhuafa. Yuk ... kita berbagi selagi ada rezeki dibulan yang suci ini

      Delete
  4. wah akhirnya baca lagi postingan ibu Sumiyati, saya ikut challenge blogger perempuan kadi setiap hari selalu posting
    Semoga pandemi segera berlalu ya, dan kita mendapat hikmahnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. lancar postingannya setiap hari ya kak, amin ... amin ya robbal alamin, terima kasih doanya semoga ujian ini cepat berakhir

      Delete
  5. Alhamdulillah masih bisa berbagi
    Saling membantu dan saling menjaga di kala Wabah, semoga Allah memberikan keberkahan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ... amin ya robbal alamin, terima kasih atas doanya semoga ujian ini cepet berakhir, yuk ... kita berbagi selagi diberi waktu

      Delete
  6. Sehat2 selalu ya mak,,, banyak bngt Memang aktivitas yg positif walaupun d rumah Aja, termasuk menolong sesama y mak keren bngt deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah masih diberi kesehatan, terima kasih atas doanya yuk ... kita berbagi selagi ada rezeki di bulan baik ini

      Delete
  7. Masyallah, semoga masih banyak orang yang memperhatikan kaum dhuafa seperti yang ibu lakukan. Di tengah pandemi ini manusia benar-benar di uji termasuk hati nuraninya bagi yang mampu untuk menolong yang kurang mampu. Kalau direnungkan memang sesuai lirik Ebiet G Ade ini. Semoga pandemi ini menjadi renungan untuk berubah lebih baik lagi bagi semuanya dan lekas berlalu pandeminya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. amin ... amin ya robbal alamin, semoga ujian ini cepat berakhir, yuk kita berbagi selagi diberi rezeki dan waktu yang masih kita nikmati ini

      Delete
  8. senang melihat bunda berbagi. mendorong saya melakukan hal serupa. tak apa masak seadanya asalkan enak ya bund... menu sederhana ini nikmat sekali, pasti mereka bs menyantapnya dg lahap

    ReplyDelete
    Replies
    1. berbagi itu tidak harus dengan yang mahal, apa yang kita makan sebagian milik kaum dhuafa, yuk kita berbagi dengan rezeki yang kita miliki

      Delete
  9. Kalau bisa memberi makan kaum duafa saat Ramadhan, dan mereka sedang puasa... MasyaAllah Mbak 😍
    Sungguh saat Ramadan itu saat yang sangat istimewa

    ReplyDelete
    Replies
    1. berbagi itu indah kak, selagi ada rezeki dan waktu apalagi di bulan suci ramadhan kita berbagi kepada kaum dhuafa mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita

      Delete
  10. Alhamdulillah. Semoga selalu sehat supaya bisa terus berbagi dan bermanfaat bagi sesama ya, Mbak. Tapi nyuwun sewu, maskernya jangan lupa dipakai :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin ... amin ya robbal alamin, terima kasih atas doanya. yuk kak kita berbagi selagi bulan baik

      Delete
  11. Masya Allah berbagi kebaikan di bulan penuh berkah jadi meringankan bagi sesama ya bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener kak, yuk kita berbagi selagi diberi rezeki dan waktu di bulan suci ini

      Delete
  12. Saya kalau masak masakan yang bersantan juga pakai Kara, peaktis. Kalau suami yang masak, lebih suka pakai santan asli.

    DI masjid depan rumah saya masih tetap menyelenggarakan tarawih, tapi kami sekeluarga memilih mematuhi anjuran pemerintah untuk beribadah di rumah saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau di masjid deket rumah saya sudah tidak diperbolehkan taraweh

      Delete
  13. Wah iya nih Mbak

    Mungkin tuhan telah bosan melihat tingkah kita
    Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
    Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
    Coba tanya pada rumput yang bergoyang

    Lirik lagu dari Ebit di atas emang benar-benar ngena banget dengan kondisi kita saat ini. Yah Ramadan di tengah pandemi emang nggak enak banget tapi ya kita kudu bersabar menghadapinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini ujian dari allah yang maha esa, agar kita harus mawas diri, ingat akan berbuat kebaikan lebih banyak lagi

      Delete
  14. Inspiratif bu...
    Terus berbagi meski pandemi , ramadan tetap semarak jadinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yuk ... kita berbagi selagi masih ada rezeki dan punya waktu

      Delete