Tuesday, 28 May 2019

Pesantren Cendekia Amanah Gelar Acara Remaja Bertanya Ulama Menjawab

Marhaban ya ramadhan itulah tulisan ketika memasuki Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Jl. Raya Kalimulya No.86B Cilodong - Depok. kebetulan aku menghadiri acara "Remaja bertanya ulama menjawab" dengan narasumber KH. Habiburahman El Shirazy, KH. M. Cholil Nafis serta Agus Idwar Jumhadi.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian penampilan 2 buah lagu dari band religi dengan judul "Perjalanan Haji dan Kisah Jauhlah". Inilah penuturan Bp. Agus Idwar Jumhadi tentang perjalanan haji
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Bila kita ada niat pergi haji ucapkan labaik allahuma labaik, karena allah maha mendengar. Haji bukan hanya untuk orang yang banyak uang, bila kita sudah berniat allah pasti menginzinkan. Seperti pengalaman yang saya alami, waktu itu ada yang bertanya pak agus sudah haji, saya menjawab belum, beberapa hari kemudian ada yang memberikan passport kepada saya, ini untuk apa? Jawabku lirih. Sudah pegang saja.


Berapa tahun kemudian niatku sudah bulat, ketika cek ATM masya allah uang untuk pergi haji di atm sudah ada 3x lipat, subhanallah, itulah kekuasaan allah. Akhirnya aku melanjutkan perjalanan ke baitullah. Pada tahap awal ketika di bandara pemeriksaan passport, ternyata passport sudah kadaluarsa hiks … hiks, lagi lagi kuasa allah, subhanallah petugas bandara Jakarta meloloskan ku pergi ke baitullah. Dan ketika di bandara Mesir, pemeriksaan bandara dengan tubuh besar berbicara bahasa inggris yang begitu membuat diri ini tidak berdaya, subhanallah lagi lagi kekuasaan allah, saya diloloskan dalam pemeriksaan passport. 3 x saya di selamatkan allah, begitu cerita Agus Idwar Jumhadi sambil menitikkan air mata.



KH. M. Cholil Nafis menuturkan bahwa untuk meramaikan pesantren Cendekia Amanah yang baru dibuka pesantren diniyah dan nantinya akan dibuka pesantren entrepreneurship dan pesantren Inkubator, dimana para santri yang mempunyai bakat dalam multi dimensi atau fokus pada intelektualitas hingga ke jenjang perguruan tinggi. Acara ini di dukung atas kerjasama Komisi Pembinaan Seni Budaya MUI dan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) pusat.

Dulu, seni nasyid belum sepopuler sekarang ini, nasyid hanya berkembang pada kalangan pelajar dan pengusaha sebagai supporting terhadap perjuangan Palestina. Bila kalian sudah mengenal Hadra, tentunya sangat berbeda dengan nasyid, dimana hadra perkembangannya terjadi di kalangan pelajar dan pesantren.

oleh sebab itu Agus Idwar Jumhadi meluncurkan buku "Sukses berdakwah di jalur musik religi", dia mengatakan bahwa musik religi selama ini hanya muncul saat bulan ramadhan saja, mirip musik kolak !. Dalam buku Sukses Berdakwa di Jalur Musik Religi ini, merupakan perjalanan hidup saya dalam berdakwa, karena berdakwa itu bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara bernyanyi, yang terpenting dilakukan sesuai dengan syariat atau tuntunan agama. Berdakwa itu merupakan bagian dari pengamalan ilmu yang dipunya sebagai bagian dari karya nyata untuk ikut memperbaiki ilmu, akhlak dan perilaku umat.  

  
Menurut KH Habibburahman El Shirazy, pesantren sebagai tempat mengembangkan dakwah kultural. Musik juga sangat dekat dengan manusia, karena musik itu alami seperti suara hujan, air sungai bahkan suara binatang jangkrik, kodok merupakan musik alam yang halal. Ada juga yang mengharamkan musik antara lain Syeikh Al Bani. 

Jika musik ada haram, tentunya musik juga ada yang halal menurut Sheikh Hazmi, Imam Ghazali dan Yusuf Qardawi. Di Mesir lagu Ummul Kalsum merupakan lagu yang mengisahkan tentang kelahiran nabi, atau syair-syairnya Taufik Ismail yang menyentuh kalbu. 

Sebelum acara ini ditutup bapak KH. M Cholil Nafis mengatakan bahwa di pesantren perlu adanya pelatihan khusus untuk memperkuat bakat, karena seni adalah bakat yang diberikan Allah untuk kita manfaatkan berdakwah, karena musik adalah muamalat jangan dicampur yang haq dengan yang batil, kita ambil yang wasathiyah, karena adzan sudah berkumandang dilanjut doa berbuka puasa.  

Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
Wa No. 085779065707



12 comments :

  1. Kalau panggilan sudah ada tidak peduli akan halangan pasti bisa di lalui dan di mudahkan.

    Pesantren cendikia amanah bisa lebih dekat sama Allah dan belajar agama lebih dalam lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting niat dulu ya kak, pasti jalan lillahi taala yang mengaturnya

      Delete
  2. Pesantren cendikia amanah bagus banget menciptakan bibit enterpreneur yang berakhlak mulia berlandaskan agama

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mpok, pesantren Cendikia Amanah didirikan oleh MUI, jadi anak didiknya di ajarkan untuk mandiri

      Delete
  3. Baru beberapa hari di bulan Syawal, jadi ingin kembali pada Ramadhan, karena speechless untuk diungkapkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. insya allah kak kita akan kmbali ke bulan ramadhan yang akan datang, amin ya robbaal alamin.

      Delete
  4. Kegiatan yang sangat bermanfaat banget ilmunya, apalagi narasumbernya seorang ulama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kakak narasumbernya dari MUI jadi sangat bermanfaat acara ini

      Delete
  5. Penting sekali kegiatan seperti ini terus berulang supaya kita gak terlalu kaku memandang musik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget kakak, karena berdakwah bisa melalui musik

      Delete
  6. Sebuah terobosan baru dalam berdakwah, biasanya dakwah itu monolog dan satu arah. Dengan cara tanya jawab seperti ini, membuka kesempatan bagi para pengunjung menanyakan hal-hal yang mungkin telah lama mengganjal dalam hati, dan mendapat kesempatan untuk mengetahui jawabannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya pak Dian sangat berguna acara ini dengan narasumber dari MUI, jadi kita bisa bertanya hal-hal yang belum kita ketahui hadisnya.

      Delete