Thursday, 23 May 2019

MUI Gelar Forum Group Diskusi Sastra Islam



Sore hari ini, tepatnya tanggal 20 Mei 2019 kita bersama-sama akan berdiskusi tentang sastra islam yang menjadikan sebuah rangkaian diskusi tentang kesenian dan budaya islam, dimana pekan lalu kita berdiskusi tentang perfilman islam, musik dalam islam dan sastra islam. Oleh sebab itu kita akan mendengarkan sambutan sekaligus membuka diskusi ini yang akan dijadikan fatwa berkesenian secara luas khususnya sastra islam dengan berhajat dan sangat berharap sekali didatangi komisi fatwa karena banyaknya persoalan perfilman dan sastra islam yang memerlukan fatwa dari MUI komisi fatwa, begitu ungkapan dari Kiyai H. Habiburahman El Shirazy selaku Ketua Komisi Pembinaan Seni dan Budaya Islam.

Seorang Sastrawan bapak Ahmadun Yosi Herfanda bersosialisasi bahwa Forum group diskusi (FGD) atau disebut juga Kelompok Diskusi Terkumpul yang diselenggkaran oleh Komisi Seni Budaya Islam, di kantor MUI Pusat Jl. Proklamasi No.51. Diskusi ini merupakan diskusi serial, yang pertama tentang perfilman, kedua sastra islam yang nantinya akan diangkat ke Forum Kongres Seni Budaya yang merupakan satu ikhtiar yang perlu di beri apresiasi. atas nama pimpinan MUI kami memberikan dorongan untuk berlangsung kegiatan ini yang dapat memberikan fatwa kepada para pekerja seni dan para sastrawan Indonesia, agar sastra bisa sesuai dengan nilai moral agama dan nilai yang telah disepakati  dalam bermasyarkat dan bernegara.

Sastra islam tidak diperlukan sertifikasi halal, karena nilai nilai universal sudah bisa diterima semua kalangan, namun perlu ada-nya panduan sebuah nilai sastrayang  dibinakan dari muatannya. Cerpen yang layak diterbitkan ada semacam sertifikasi dukungan dalam pedoman pemilihan karya. Kalau di Mesir banyak sastra islami, ketika Toha Husein membawakan karyanya dengan cara berpikir terutama ulama ulama Al-Azhar. Punya pandangan agak kontroversi yang menyangkut islam mendominasikan sastrawan dan ilmuwan.

Menurut sastrawan bapak Ahmadun Yosi Herfanda akan memberikan berbedaan salah satu nilai sastra secara sederhana Yaitu :
  • Karya Ayu Utami dengan novel “SAMAN” yang menggambarkan nilai sastra bercerita tentang seksualitas dari perspektif yang masih tabu pada masanya sehingga mengundang kontroversi.
  • Karya H. Habiburahman El Shirazy dengan novel “Ayat-ayat Cinta” adalah sebuah karya sastra yang berhasil memadukan dakwah, dengan tema cinta dan latar belakang budaya islam. Pesan yang disampaikan tidak terasa menggurui, sehingga novel ini berhasil membawa pembaca ke dalam latar novel yang bernuansa sosial-budaya.



Menurut Ketua MUI bapak KH. Shodiqun bahwa sastra islam itu sangat menyenangkan masyarakat sehingga membuat mereka merasa bahagia bahwa islam itu indah. Dimana sebuah keindahan berlatar dari akar Aqidah Islam. Dari aspek realitas islam di Indonesia bahwa novel cukup subur setiap sebulan sekali terbit karya baru 36 – 50 novel. Oleh sebab itu perlu dimanfaatkan dan diberi bacaan islam yang menarik yang dapat memberikan sesuatu kepada pembaca.

Pakar Sastra Arab UI Dr. Bastian Zulyeno
Sastra islam di Indonesia sudah ada di nusantara sejak dahulu kala dengan begitu banyak devinisinya. Jadi sastra itu sebuah karya yang bernuansa islam atau berunsur islam. Ada orang islam bersastra artinya, sastra islam tidak sama dengan sastra muslim. Tetapi mengingatkan diri :
  • Bahwa sastra berkembang dan tumbuh dengan budaya tidak lepas dari sejarah kebudayaan yang tumbuh di masyarakat.
  • Sastra pada hakekatnya sebelum kita berbincang, bahwa sastra berasal dari arab
  • Sastra mengandung nilai-nilai islami yang sangat penting dalam pengembangan islam.



Dalam FGD ini, Penulis Novel Helvy Tiana Rosa mengatakan bahwa yang menarik buat pegangang saya ketika pak Bangun rangkutih berkata bahwa sastra islam dibuat oleh mereka yang punya wawasan ke islaman yang cukup bertujuan membangun jiwa pembacanya. Bila tidak punya wawasan keislaman yang cukup maka sastra anda akan kacau karena akidah syariah ahlak dalam Islam mengatur bahwa hukum syariah adalah aktifasi yang amaliah.

Mencintai seseorang sekalipun sudah ada tuntunan begitu dia menjelma di dalam tulisan mana yang boleh masuk dan mana yang tidak boleh tidak masuk. Prinsip-nya pada value sekalipun bukan islam bisa dikategorikan tidak ada syarat muslim dengan 2 level yaitu terkait content dan cara penyampaian. MUI mengeluarkan Sertifikasi kesesuaian syariah,

Demkianlah Forum Group Diskusi ini ditutup dengan azan magrib dan peserta yang hadir untuk menikmati hidangan berbuka puasa

Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
Wa No. 085779065707


4 comments :

  1. Ini lanjutan pertemuan film lalu yach bunda, sangat menginspirasi sekali dengan tema tema nya, apalagi tentang sastra

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak Made, diskusi berlanjut karena kita akan mengumpulkan pendapat dari narasumber ketkia forum grup diskusi untuk dinaikkan ke road to rakornas

      Delete
  2. Replies
    1. sama-sama kakak, forum grup diskusi ini harus disebar luaskan untuk minta pendapat narasumber maupun masyarakat untuk nantinya kita naikkan ke road to rakornas

      Delete