Wednesday, 19 December 2018

Mengenal dan Mencegah Pneumonia pada anak

Dr. Madeleine Ramdhani Jasin Sp.A dan Selina Patta Sumbang 
Bila anak batuk, pilek, demam sering kali tidak dipahami oleh orang tua dan menganggapnya cuma sakit biasa. Padahal sakit biasa itu bila berkepanjangan dapat mengakibatkan saluran napas menjadi sesak akibat batuk, pilek, demam. Apabila dibiarkan akan mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu deteksi dini sangat penting untuk segera dibawa ke dokter. 


Orang tua memiliki pengetahuan dan kemampuan pola pengasuhan dengan aktivitas sehari-hari terhadap anak. Jadi jangan biarkan anak terkena bakteri, virus ataupun jamur yang disebabkan debu dan asap rokok dalam rumah, karena bisa menyebabkan sesak napas. Akibat sesak napas yang berlarut maka terbentuklah peradangan jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri, virus ataupun jamur yang disebut penyakit PNEUMONIA.

Saat ini Pneumonia pada balita sedang melanda, salah satu contohnya adalah ibu Yati orang tua dari Witri anak balita usia 3 bulan dengan gejala Pneumonia di tahun 2016 dari desa Nagrak kab. Bandung, penelphone radio KBR,  yang mempunyai gejala batuk dan sesak napas kelamaan, namun ibu yati selaku orang tua Witri tidak peka terhadap anaknya. Setelah seminggu baru dibawa ke dokter dengan diagnosa Witri tersedak air susu. Kemudian Witri di rujuk ke rumah sakit dan dinyatakan terkena PNEUMONIA.  



Gejala Pneumonia pada balita yaitu batuk, nafas cepat dan nafas sesak. Karena penyakit pneumonia merupakan penyakit yang dapat mematikan urutan ke 2, jadi pemerintah telah mempunyai program pengendalian pada balita :
1.  Membangun kesehatan anak sejak lahir dengan pemberian ASI Eksklusif dan makanan MPASI yang bernutrisi.
2.  Pemberian Vaksin Pertusis, campak, HIB, PCV dan rotavirus.
3.  Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah bab
4.  Ketersediaan air minum dan sanitasi
5.  Menurunkan polusi dalam rumah

Jenis-jenis pneumonia dapat dikelompokkan dalam beberapa hal, yaitu berdasarkan penyebab, di mana penyakit ini didapatkan, dan bagaimana pneumonia ditularkan :
· Pneumonia bakterial yang paling sering menyebabkan kondisi pneumonia menjadi Streptococcus pneumoniae. Selain bakteri patogen (streptococcus) ada juga Chlamydophlla pneumonia dan Legionella pneumophila.
· Pneumonia viral menjadi penyebab dari penyakit pneumonia pada anak. Biasanya, gangguan yang disebabkan oleh virus ini, hanya terjadi dalam waktu yang sebentar saja ketimbang gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri.
·   Pneumonia mycoplasma yaitu organisme yang bukan berasal dari jenis virus maupun bakteri, tetapi dapat mengakibatkan gangguan yang sama. Biasanya, pneumonia dialami oleh anak-anak yang sudah beranjak remaja serta dewasa muda.

· Pneumonia jamur. Penyakit jenis ini sering kali menyerang pasien yang mengalami penyakit kronis atau orang yang memiliki sistem imun yang rendah (kurangnya pemberian ASI). Jamur yang jadi penyebab pneumonia biasanya berasal dari tanah (cuci tangan sebelum makan dan sesudah bab).

Apabila anak terjangkit penyakit Pneumonia, berilah pengobatan yang tepat untuk kesembuhan dengan layanan kesehatan yang terbaik. Karena pemerintah telah memberikan pelayanan bagi pengguna BPJS. Jadi jangan biarkan anak menderita karena peradangan jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri sehingga terjadi infeksi saluran nafas.

Pneumonia bisa menular melalui batuk, bersin yang menebar lewat udara, dan kenali ciri-ciri Pneumonia ungkap Dr. Madeleine Ramdhani Jasin, Sp.A dari Ikatan Dokter Anak Indonesia. Inilah paparannya :
ü  Batuk berdahak, bakteri yang menyebabkan infeksi akan membentuk dahak berwarna hijau atau kuning.
ü  Sesak nafas, terjadi karena pathogen yang menyebabkan pneumonia akan menyerang alveoli yang menjadi struktur fungsional paru-paru.
ü  Perubahan warna pada bibir dan kuku, karena kekurangan oksigen dalam sel-sel tubuh yang disebabkan karena bakteri.
ü  Demam biasanya akan tinggi lebih dari 37,7 derajat celcius yang disertai dengan menggigil.
ü  Sesak nafas dapat menyebabkan keadaan delirium secara berfikir tidak jelas, terjadi pada orang tua.

Di Indonesia Pneumonia merupakan penyakit yang dapat mematikan urutan ke 2 pada usia dibawah lima tahun. Bila tidak ditangani dengan baik setiap satu menit, dua anak meninggal karena pneumonia dan 99%-nya adalah dari Negara berkembang. Namun pneumonia bisa dicegah dengan cara :
Ø (S) Berikan Air Susu Ibu selama 6 bulan, karena ASI dapat memberikan daya tahan tubuh si anak
Ø (T) Tuntaskan Imunisasi Lengkap
Ø (O) Observasi sesak napas segera bawa ke dokter
Ø (P) Pastikan Kecukupan Gizi

Tentang Yayasan Sayangi Tunas Cilik

Yayasan Sayangi Tunas Cilik di Indonesia berdiri tahun 2014 dengan program Kesehatan Nutrisi Anak dan perlindungan Anak, ungkap Selina Patta Sumbung selaku ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save The Children. 

Tujuannya :
- Menguatkan pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 7 pemerintah antara lain kab. Bandung, kab. Bandung Barat, kab. Garut, kab. Tasikmalaya, kota Bandung, kota Cimahi dan kota Tasikmalaya untuk memastikan hak pendidikan dan perlindungan untuk Anak dengan Disabilitas terpenuhi.
- Menguatkan dukungan Pusat Rehabilitasi Berbasis Masyarakat dan Forum Keluarga yang sistematis dan terintegrasi.
- Meningkatkan kesadaran tentang pendidikan insklusif dan pengasuhan berbasis keluarga dengan mempromosikan praktik-praktik baik di level lokal dan nasional.
- Memperkuat masyarakat untuk mempromosikan hak-hak Anak dengan Disabilitas khususnya hak pendidikan dan perlindungan. 



Salah satu gerakan yang dilakukan Yayasan Sayangi Tunas Cilik adalah melakukan sosialisasi intensif untuk partisipasi laki-laki dalam pengasuh sangat diperlukan. Karena masih adanya pandangan bahwa pengasuhan hanya menjadi tanggung jawab pengasuh perempuan, semakin mengecilkan peran ayah untuk melibatkan diri dalam pengasuhan. Peran laki-laki menjadi penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan dan pemenuhan hak-hak anak di dalam keluarga.

Membangun kapasitas ayah atau pengasuhlaki-laki agar mau memberikan dukungan terhadap anak-anaknya sehingga mereka dapat tumbuh dan kembang secara optimal di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Kemudian Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save The Children sudah menyusun kurikulum Training of Trainer (ToT) yaitu Male Participation in Child Care untuk penyuluhan agama, staf MU dan pekerja sosial. 

Pencapaian Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save The Children sudah melalukan 20 sekolah pilot, 218 sekolah imbas, 861 guru dilatih. Untuk anak Disabilitas sebanyak 1.600 di terima disekolah umum, sebanyak 2.100 meningkat kemampuan kognitif, emosi, psikomotorik dan sosial, sebanyak 208 kasus sudah direspon serta 245 sudah terpenuhi hak dasarnya seperti Akte Kelahiran,

Sebagai penutup Ibu Selina Patta Sumbung selaku Ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik partner of Save The Children memberikan kata mutiara yang cantik dan perlu diingat “Setiap bentuk perang adalah perang terhadap anak, karena semua anak berhak untuk hidup dan belajar”


Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
Wa No. 089616613396



3 comments :

  1. Jangan rusak kebahagiaan dan masa depan anak hanya karena ketidaktahuan orangtuanya mengenai pneumonia

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups bener banget mpok, sebagai orang tua harus paham dan perduli terhadap anak, karena anak perlu perlindungan dari orang tua, mulai dari sakit, sekolah dan masa depan anak merupakan tanggung jawab orang tua.

      Delete
  2. Pok Ratna, makasih ya udah datang & udah nulis.
    Salam!

    ReplyDelete