Friday, 17 December 2021

Penerapan Hukum atas maraknya Investasi Trading di Indonesia

 

Penerapan Hukum atas maraknya Investasi Trading di Indonesia
Event APLI Indonesia Hari Pertama

Saat ini banyak pemikiran orang ingin cepat kaya dengan jalan pintas, salah satunya dengan cara berinvestasi dengan keuntungan yang sangat besar. Boleh-boleh saja kita berinvestasi, namun kita harus memilih investasi yang aman dan menguntungkan tanpa merugi. Dan sebaiknya masyarakat harus bisa lebih cerdas dan lebih teliti sebelum berinvestasi. 

Rabu, tanggal 15 Desember 2021 kami mengikuti talkshow yang diadakan oleh Apli Indonesia di gedung City Plaza – Kuningan Barat dengan tema Penerapan Hukum atas maraknya Investasi Trading di Indonesia, dengan narasumber :

1. Brigjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto S.I.K, M.H. selaku direktur tindak pidana ekonomi dan khusus

2. Tongan L Tobing selaku ketua satgas waspada investasi

3. Indrasari Wisnu Wardhana, S. Kom, M.Si selaku kepa Bappebti

4. Ina Rachman selaku sekjen APLI dan Moderator 

Sebelum melangkah lebih jauh Bapak Tongan L Tobing memberi penjelasan kepada masyarakat bahwa entitas yang ditangani SWI dari tahun 2017 hingga tahun 2021 adalah 

<-> tahun 2017 sebanyak 79 investasi ilegal

<-> tahun 2018 terdapat 106 investasi ilegal dan 404 fintech P2PL ilegal

<-> tahun 2019 terdapat 442 investasi ilegal, 1.493 fintech P2PL ilegal dan 68 gadai illegal

<-> tahun 2020 terdapat 347 investasi ilegal, 1.026 fintech P2PL ilegal dan 75 gadai ilegal

<-> tahun 2021 terdapat 98 investasi ilegal, 811 fintech P2PL ilegal dan 17 gadai ilegal

 
Talkshow APLI Indonesia
Talkshow APLI Indonesia

Bailkah disini kami akan menjelaskan ciri-ciri penyebab utama inventasi ilegal

Ciri-ciri investasi ilegal yaitu menjanjikan keuntungan tidak wajar dalam waktu cepat, kemudian mendapatkan bonus dari perekrutan anggota baru atau disebut juga “member get member”. Biasanya sosialisasinya memanfaatkan tokoh masyarakat atau tokoh agama dan public figure untuk menarik masyarakat agar tertarik sehingga bisa ikut berinvestasi, Klaim tanpa risiko (free risk), legalitas tidak jelas, tidak memiliki ijin usaha namun mempunyai ijin kelembagaan seperti PT, Koperasi, CV dan Yayasan tetapi tidak punya ijin usaha, melakukan kegiatan usaha yang tidak sesuai dengan izin-nya. 

Penyebab Utama-nya adalah pelaku mempermudah membuat aplikasi, web dan penawaran melalui media sosial serta banyak server di luar negeri. Sedangkan masyarakat lebih mudah tergiur dengan imbalan hasil yang besar, karena masyarakat itu sendiri sebenarnya belum paham benar cara berinvestasi yang baik. 

Permasalah Penegakan Hukum
Permasalahan Penegakan Hukum

Permasalahan Penegakan Hukum 

Hal ini dijelaskan oleh Brigjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto S.I.K, M.H yaitu :

Ø Pelaku, tidak semua diproses hukum atau pelaku utama DPO, pelaku selalu mengganti nama entitas dan entitas berada di luar negeri

Ø Perangkat hukum mempunyai UU yang cukup menjerat pelaku dengan KUHP 372 & 378, UU perdagangan, UU perlindungan Konsumen dan UU perdagangan berjangka komoditi

Ø Korban, serinng tidak melapor karena malu atau masih berharap ada pengembalian dan mencoba kembali ikut entitas lain.

Ø Penegak hukum, selalu menunggu laporan korban dan belum menjadi prioritas penanganan perkara. 


Apa itu Robot Trading 

Robot trading adalah software computer yang bekerja secara otomatis untuk memonitori pergerakan pasar oleh user yang dapat menempatkan transaksi untuk melakukan manajemen risiko menurut algoritma yang telah ditanamkan. 

Kenali Robot Trading Asli dan Abal-Abal
Kenali Robot Trading Asli dan Abal-Abal

Kelemahan Robot Trading 

Menurut kacamata Kementerian Perdagangan Republik Indonesia ada 4 kategori Kelemahan Robot Trading yaitu :

1. Statis, serangkaian prosedur dan rumusan matematika akan selalu digunakan berulang-ulang sebagai dasar untuk melakukan entry tanpa mampu mengenali dan beradaptasi dengan dinamika pasar

2. Rentan Gagal Teknis, apabila salah satu saja dari computer atau VPS atau koneksi internet mengalami gangguan, maka robot trading tidak dapat menjalankan fungsinya.

3. Biaya tambahan, ada biaya sewa Virtual Private Server yang harus dibayarkan tiap bulan.

4. Monitoring, walaupun dapat bekerja secara otomatis, trader tetep harus memonitor kinerja robit trading, karena gangguan teknis dapat terjadi sewaktu-waktu baik dari internal robit atau faktor eksternal 


Jenis kerugian Akibat penggunaan Robot Trading dikelompokkan menjadi 2 yaitu Margin Call dan Scam 

Margin call merupakan kondisi akun yang mengalami kerugian total dari sisi trader dan pemberitahuan atau peringatan kepada nasabah yang equalitasnya menipis akibat floating minus pada posisi tradingnya dari sisi pialang. Sedangkan Scam merupakan penipuan yang dilakukan platform investasi berbasis robot trading forex atau illegal, modus-nya melalui money game yang transaksi-nya diatur oleh perusahaan investasi dengan iming-iming profit yang besar melalui media social. Platform perusahaan biasanya berbentuk MLM dengan casing robot trading yang dipengaruhi oleh orang terdekat yang pernah mendapatkan profit. 

Wawan Muliawan, SH, MH Selaku Bareskim Polri
Wawan Muliawan, SH, MH

Sebagai penutup Bapak Wawan Muliawan, SH, MH selaku Bareskim Polri mengatakan bahwa hambatan penanganan investasi illegal dari masyarakat itu sendiri belum ada laporan, sulit mengaudit prospect perusahaan, pelaku tidak kooperatif dan belum ada payung hukum. Oleh karena itu peran publik sangat penting untuk mengerti tentang investasi, memberikan edukasi dalam keluarga dan sesama masyarakat tentang investasi. Semoga dengan tulisan ini dapat membantu dalam hal pengetahuan investasi. Terima kasih, sampai jumpa di ulasan APLI Indonesia hari ke 2   

 

Salam Blogger

Sumiyati Sapriasih

No.Wa : 085779065707

Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

 

No comments :

Post a Comment