Sunday, 20 October 2019

Peran Orang Tua Dalam Mengajarkan Media Sosial Pada Anak

Seminar Sehari Perempuan dan Media Sosial
Smartphone merupakan bagian dari hidup kita, karena itu warga Indonesia sebagai pengguna aktif aplikasi global dengan suka rela menyerahkan data aktivitasnya pada platform global. Tak heran pengguna sosmed bagi perempuan mencapai 46%, sedangkan 43 % untuk kaum laki-laki. Bagi perempuan berbijaklah dalam bersosmed, jangan sampai jari dan lidah melukai dirimu, pisau akan bisa baik bila digunakan penggunanya dengan baik juga. Oleh karena itu saring sebelum sharing, pilih – pilih teman dan jaga kenyamanan keluarga dengan menjaga privasi mereka di medsos.

Ketergantungan pada OTT Global adalah sebuah dependensi yang tak menguntungkan, karena itu ada kebijakan Negara untuk mereduksi ketergantungan pada aplikasi global. Inilah karakter Generasi Millenial meliputi :
  1. Smartphone dengan koneksi internet seperti oxygen yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
  2. Mereka menyelesaikan berbagi persoalan lewat internet
  3. Menyukai kecepatan, kemudahan dan inovasi, oeduli lingkungan, isu-isu keadilan, sosial politik dan suka menjadi relawan atau partisipatif 
Perlu diketahui bahwa salah satu ancaman terbesar di Indonesia adalah penyebaran konten negatif melalui internet seperti penyebaran pornografi dan paham liberal. Dampak pornografi yang ditimbulkan yaitu pelecehan seksual, seks bebas, seks di usia dini, seks laki sama laki, aborsi dan pembunuhan kemanusiaan. Di Sulawesi Selatan seorang anak muda ditemukan terbakar setelah menggugurkan kandungannya di masjid dan membuang janinnya di wc masjid lantai 3 yang dibantu oleh 2 teman laki-laki (yang satu pacarnya). 

Untuk melindungi anak-anak dari bahaya maya tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada aplikasi, manusia hidup dalam tempat baru dimana setiap orang terhubung setiap saat. Manusia dalam tempat baru ini harus mau menyusun ulang norma-norma yang sepatutnya dilakukan. Inilah fenomena keluarga Indonesia saat ini :
  1. Anak sudah memiliki atau memegang gadget sebelum kemampuan berpikirnya berkembang.
  2. Orang tua yang terlalu abai membiarkan anak bermain gadget sendirian.
  3. Saat anak berkumpul dengan teman sebaya mereka saling bagi games dan informasinya. 
Narasumber - Seminar Sehari -
Anak menyerap kondisi kehidupan orang tua di setiap moment, tak seorangpun dapat menyamai pengaruh orang tua, karena itu ajarkan anak bermedia sosial yang bijaksana, ngobrol dan bahas current issues, kembangkan keterampilan dan berpikir secara kritis, saling ingatkan antara orang tua dan anak.

Tahun 2017 pasal 27 ayat 1 UU ITE ada sekitar 8.500 konten pornografi sudah diblokir Kemkominfo, namun sejak tahun 2018 setiap bulan kominfo memblokir lebih dari 8.000, ini berkat mesin crawling yang dimiliki komenfo dan gugus tugas yang mengawasi illegal content. Oleh karena itu mari kita berkolaborasi para pemangku kepentingan Indonesia untuk meminimalisirkan penyebaran konten negatif terkait pengguna dengan meningkatkan manajemen konten dan literasi digital.  

Negara butuh regulasi dan kebijakan, karena itu UU ITE adalah upaya extensi norma dunia nyata ke dunia maya. Apa yang dilarang di dunia nyata dilarang pula di dunia maya. Jadi ancaman dan kesempatan ada di dunia global cyber world. Dengn adanya gerakan bersama memproduksi content positif, Kominfo mengajak kepada berbagai pihak dimasyarakat untuk memproduksi content digital yang positif dengan akun dan media masing-masing. Kominfo bekerja sama dengan pihak yang punya program memproduksi content positif seperti program Gen posting, Cyber Kreasi, Indonesia Baik, Parade Nusantara dll.
 
Waktu Keluarga Me time bersama si kecil 
Yuk … perhatikan dan temani anak-anak bermain gadget, sebagai orang tua kita harus melibatkan, mendampingi dan pilih konten atau aplikasi yang baik, atur main HP dan nonton TV mereka serta ajak bicara. Karena waktu keluarga adalah faktor sangat penting yang dapat membantu dan membentuk ikatan kuat antara koneksi cinta dan hubungan di antara anggota keluarga.


Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
Wa No. 085779065707
Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

8 comments :

  1. Nah ini, saya suka geregetan juga sih ya kalau lihat anak belum cukup umur sudah dipegangin ponsel pintar. Kebayang tanpa sengaja mereka buka konten yang belum boleh dilihat. Kasihan anaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. oleh sebab itu dampingi anak bila bermain games,karena main games itu perlu interaksi

      Delete
  2. Butuh pendampingan banget ya Bu,. Meski saya belum punya anak, rasanya miris banget ngeliat anak kecil yang sedang duduk bersama temannya tapi fokus mereka ke smartphone masing-masing

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kaka Aida harus di dampingi anak bila bermain gadget, karena dalam permainan games butuk interaksi untuk menyampaikan rasa ingin tahu si anak dalam bermain games tersebut

      Delete
  3. Bu, apakah OTT Global? Apakah Over The Top media tapi yang seperti apa? Mohon pencerahannya karena saya punya anak remaja, terima kasih :)

    ReplyDelete
  4. Intinya anak-anak diajak ngobrol untuk sharing ketika makan kita bisa diskusi atau sedang belajar kita tanyakan hari ini disekolah gimana ataupun bila kita sibuk bisa berkomunikasi lewat wa, karena bila anak membutuhkan komunikasi orang tua tidak ada ditempat, anak merasa bimbang mau bertanya dengan siapa? paling dia bisa bercerita dengan teman, tapi tidak semua teman baik untuk menanggapi masalah anak.

    ReplyDelete
  5. Artikel nya bagus mengulas tips medsos lah kpd anak, tapi maaf sebelumnya 43% kaum laki2 dan 46 % kaum perempuan itu riset/survey drmana?

    Mohon dicantumkan terimakasih

    ReplyDelete