Sunday, 29 May 2016

PELUNCURAN BUKU (MIMPI) ANGGARAN UNTUK RAKYAT MISKIN


 
23 Mei 2016, gedung pers lantai 1 telah hadir penyelenggara Indonesia Pro Poor Budget review 2016 oleh Dompet Dhuafa, IDEAS (Indonesia Developmet and Islamic Studies) yang meluncurkan buku (Mimpi) Anggaran untuk rakyat miskin.
Disini Bapak Yusuf Wibisono selaku editor menerangkan bahwa buku ini terdiri dari 9 bab 164 halaman antara lain :
1). Pengelolaan APBN dan Kinerja Kebijakan Fiskal yaitu : berdasarkan konstitusi  Negara adalah development agents yang secara aktif berupya menegakkan keadilan social ( equality of outcome), di  era orde baru arah kebijakan fiscal menunjukan 3 tujuan utama yaitu, menjamin stabilitas makro ekonomi, menurunkan ketergantun bantuan luar negeri, memperbaiki distribusi pendapatan.
2).Penanggulangan Kemiskinan dan Anggaran pada Kelompok miskin yaitu : minimnya kontribusi pertumbuhan ekonomi dalam menghasilkan kesejahteraan. Strategi penanggulangan kemiskinan yang hanya sekedar berfokus pada jarring pengaman social, perbaikan akses dengan berbasis pemikiran “Poor because poor” menjadi tidak memadai.
3). Politik Anggaran dan Kesejahteraan Publik yaitu : anggaran penanggulangan kemiskinan di era orde baru tidaklah rendah namun cukup signifikan meski mengalami pasang surut karena terlihat dari kenaikan harga minyak  dunia, sehingga prioritas anggaran penanggulangan kemiskinan di era reformasi kurang member perhatian yang memadai ke pembangunan pedesaan dan pertanian.
4). Terbatasnya ruang fiskal antara prioritas anggaran dan keberpihakan Negara yaitu : bersumber dari dua arah, khususnya penerimaan perpajakan dan sektor publik. Dengan kondisi keuangan yang rentan, program-program pembangunan yang termasuk dalam discretionary expenditure rawan mengalami pemangkasan alokasi anggaran.
5). Defisit Anggaran, Politik Utang dan Keberlanjutan Anggara yaitu : bertujuan untuk menciptakan kemakmuran dan keamanan untuk rakyat. Defisit anggaran telah menjadi kebutuhan permanen, sehingga beban utang pemerintah telah sangat memberatkan keuangan Negara dan semakin tidak berkelanjutan . Strategi refinancing untuk memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang yang jatuh tempo sehingga harus ditempuh dengan extra efforts yang sangat mahal.
6). Belanja Publik dan Kesejahteraan Rakyat yaitu : upaya penciptaan kesejahteraan mutlak membutuhkan tata kelola yang baik, sehingga belanja ekonomi yang memadai menciptakan tenaga kerja yang berkualitas. Hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonomi membentuk epiris dari modal pertumbuhan Negara-negara kesejahteraan.
7). Penanggulangan Kemiskinan di Era Otonomi daerah yaitu : dengan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat yang kuat maka prioritas pembangunan akan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat, terutama penangulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat.
8). Konsep dan Agenda Menuju Anggaran Publik untuk Rakyat Miskin yang berdasarkan UUd 1945 ada 4 pilar utama  yaitu : sistem jaminan sosial universal pemenuhan hak-hak dasar warga Negara, penciptaan lapangan kerja secara luas, pertumbuhan yang inklusif dan berbasis pemerataan yang disebut sebagai “ redistribution with growth”, dan reformasi birokrasi dan penguatan kapasitas untuk penciptaan lapangan kerja.
9). Harapan dan Kenyataan Anggaran Publik Era Presiden “Rakyat” yaitu : reformasi anggaran terlihat dari rendahnya kinerja birokrasi dalam menghimpun penerimaan dan efisiensi belanja. Untuk mendekatkan antara harapan dan kenyataan dalam pengelolaan anggaran public Presiden Widodo memupuk investor baru dan birokrasinya.

Demikianlah sekilas buku “(Mimpi) Anggaran untuk Rakyat Miskin, silahkan mampir ke toko untuk membelinya “ he … he … he …
Salam Blogger

 

Sumiyati Sapriasih
Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com

2 comments:

  1. Semoga buku ini menjadi referensi pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia
    -salam helenamantra dot com

    ReplyDelete
  2. Terima Ksih mbak Helenamantra yang telah mampir ke blog aku dan memberi komentar, semoga buku ini dapat mengentaskan kemiskinan di Indonesia, amin ya robbal alamin

    ReplyDelete