Tuesday, 22 August 2017

Nutricia Sarihusada Campaign Indonesia Merdeka Diare

Nabhila Chairunissa, Dr. ariani Dewi Widodo Sp.A(k), Cindy Charlota
Anak merupakan anugerah yang luar biasa, oleh sebab itu kesehatannya harus dijaga dengan baik, bila keadaan anak sakit ibulah yang lebih paham menanganinya. Dikala musim panas banyak debu bertebaran dimana virus, bakteri, parasit dan jamur dapat menyerang tubuh sehingga infeksi pada usus yang menyebabkan diare.

Diare merupakan salah satu penyakit yang umum di derita anak sebanyak 60% yang disebabkan oleh infeksi Rotavirus, dan 30% anak mengalami intoleransi laktosa. Pada saat diare, rotavirus akan merusak jonjot usus sehingga produksi beberapa enzim yang berguna dalam proses pencernaan nutrisi akan berkurang diantaranya enzim laktase. Perlu kita ketahui bahwa enzim laktase berguna untuk mencerna gula alami yang terdapat pada susu. Laktosa yang tidak tercerna akhirnya tidak dapat diserap, itulah yang menyebabkan diare semakin berat, kembung dan tinja yang berbau asam, ini yang disebut sebagai Intoleransi Laktosa 
Sumiyati Sapriasih
Selasa, 22 Agustus 2017 Nutricia Sarihusada menggelar kampanye edukasi "Indonesia Merdeka Diare" dengan narasumber Dr. Ariani Dewi Widodo Sp.A(k), Maria Melisa selaku Head Of Brand SGM, Nabhila Chairunissa selaku Brand Manager Digestive Care - Sarihusada, Cindy Charlota selaku public figure mom, yang dihadiri dari berbagai media dan para blogger untuk menyampaikan kepada masyarakat terutama para ibu, dengan langkah nyata berkomitmen Nutrisi Untuk Bangsa agar anak Indonesia dapat menjadi anak generasi maju.

Resiko anak terkena diare akan mengalami kekurangan gizi, perkembangannya lebih pendek 3,6 cm ketika berusia  7 tahun dibandingkan teman seumurnya dan memiliki IQ lebih rendah. Oleh sebab itu jangan abaikan diare, karena diare dapat menyebabkan kematian pada anak nomor 2 tertinggi di Indonesia.

Hal terpenting yang harus diperhatikan ketika anak diare :
Gejala Diare
  • Untuk anak yang masih mendapatkan ASI teruskan pemberian ASI, karena ASI adalah yang terbaik.
  • Cegah dehidrasi dengan larutan oralit.
  • Konsultasikan ke tenaga medis.
  • Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan anak.
  • Bila perlu, berikan nutrisi bebas laktosa berdasarkan rekomendasi tenaga medis.
Kepekaan ibu terhadap anak pada saat diare sangatlah penting, bila diare terus menerus berat badan anak akan berkurang. Berilah ASI dan Oralit asupan  yang utama. Apabila anak tidak mau makan, orang tua perlu mengusahakan asupan bernutrisi yang mudah diterima oleh anak, karena asupan nutrisi yang baik dapat mempercepat pemulihan fungsi usus normal sehingga anak dapat mengejar pertumbuhan fisiknya.
Nabhila Charunissa, Maria Melisa, Cindy Carlota
Yuk ... kita jaga anak kita dari diare. Dengan pengetahuan yang memadai, kita sebagai orang tua dapat memberikan penanganan yang tepat saat anak menderita diare untuk tetap menjaga tumbuh kembang anak.


Salam Blogger
Sumiyati Sapriasih
No. Telp : 089616613396
Email : sumiyatisapriasih@yahoo.com





     

4 comments:

  1. Anak adalah penerus bangsa, jadi sudah seharusnya kesehatannya terjaga. Nice ulasannya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebagai orang tua harus paham jika anak sedang diare, segera di tangani dengan minum Oralit dan segera bawa ke dokter

      Delete
  2. salut untuk sarihusada selalu membuat kampanye2 yang mendukung agar anak indonesia maju

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pastinya !!! dengan membuat campaign masyarakat lebih memahami untuk menangani diare pada anaknya.

      Delete